Bayern Munich memulai kampanye Bundesliga musim 2024/2025 dengan status favorit kuat untuk kembali merengkuh gelar juara liga. Namun, di bawah kepemimpinan pelatih baru Vincent Kompany, pertanyaan besar mengemuka: apa sebenarnya tolok ukur kesuksesan bagi raksasa Bavaria tersebut?
Meski gelar Bundesliga menjadi ekspektasi dasar, musim ini Bayern Munich berambisi lebih. Kedatangan Kompany, yang sebelumnya melatih Burnley, menandai awal era baru dengan harapan tidak hanya mempertahankan dominasi domestik, tetapi juga mengukir prestasi di kancah Eropa. Keberhasilan dalam kompetisi seperti DFB-Pokal dan Liga Champions akan menjadi indikator penting sejauh mana proyek Kompany dapat berjalan.
Kiprah Vincent Kompany di Bundesliga akan menjadi sorotan utama. Sebagai mantan kapten Manchester City dan pemain yang dikenal dengan kepemimpinan kuat, ekspektasi terhadapnya sangat tinggi. Ia dituntut untuk tidak hanya mengembalikan Bayern ke puncak Bundesliga secara meyakinkan, tetapi juga membangun kembali identitas tim yang mampu bersaing di level tertinggi Eropa. Kompany sendiri menyadari besarnya tantangan ini.
Sementara itu, nasib Harry Kane bersama Bayern Munich juga menjadi topik hangat. Musim pertamanya di Jerman diwarnai rekor gol yang impresif, namun gelar juara tetap luput. Musim ini, dengan kehadiran Kompany, Kane diharapkan dapat melengkapi catatan individunya dengan trofi bergengsi, baik di Jerman maupun di Liga Champions. Keberhasilan Kane akan sangat berkorelasi dengan kesuksesan tim secara keseluruhan.
Bagi Bayern Munich, musim 2024/2025 bukan hanya tentang menambah jumlah gelar Bundesliga. Ini adalah tentang kebangkitan, menemukan kembali DNA juara di bawah asuhan pelatih baru, dan membuktikan bahwa mereka masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di Eropa. Kesuksesan sejati akan terukur dari seberapa jauh mereka mampu melampaui ekspektasi dasar dan meraih trofi-trofi besar yang selama ini menjadi target utama klub.
