Sebuah gudang milik Wildberries, platform e-commerce terbesar di Rusia, kembali menjadi sasaran serangan drone jarak jauh dari Ukraina. Insiden ini menandai kali kedua dalam kurun waktu lebih dari sebulan terakhir, menunjukkan peningkatan ketegangan dan jangkauan serangan.
Serangan terbaru dilaporkan terjadi pada Sabtu, 13 Januari 2024, sekitar pukul 15.00 waktu setempat, di gudang yang berlokasi di wilayah Komsomolsk-on-Amur, Oblast Amur, Rusia Timur Jauh. Kerusakan signifikan dilaporkan terjadi pada fasilitas tersebut, memicu respons darurat dari otoritas setempat.
Menurut laporan dari Komite Investigasi Rusia, drone tersebut diduga membawa bahan peledak. Gubernur Oblast Amur, Vasily Orlov, mengonfirmasi insiden tersebut melalui saluran Telegramnya. “Drone menyerang gudang Wildberries di Komsomolsk-on-Amur. Ada kerusakan,” tulis Orlov pada Sabtu malam.
Pihak berwenang segera bergerak cepat untuk menangani situasi. Tim penyelamat dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Vasily Orlov menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut, namun beberapa karyawan mungkin mengalami luka ringan dan telah menerima perawatan medis yang diperlukan. “Syukurlah, tidak ada korban jiwa. Ada beberapa cedera ringan, orang-orang sedang dirawat,” katanya.
Ini bukan kali pertama fasilitas milik Wildberries menjadi target. Pada 17 Maret 2024, sebuah gudang besar Wildberries lainnya di wilayah Shuya, Oblast Ivanovo, juga dihantam oleh drone Ukraina. Serangan sebelumnya itu dilaporkan menyebabkan kebakaran hebat yang menghanguskan sebagian besar bangunan dan menewaskan sedikitnya satu orang, dengan puluhan lainnya terluka.
Serangan terhadap infrastruktur logistik dan komersial Rusia ini merupakan bagian dari strategi Ukraina untuk menekan perekonomian negara tersebut dan mengganggu rantai pasokan. Wildberries, sebagai salah satu pemain utama dalam industri e-commerce Rusia, memiliki jaringan gudang yang luas dan menjadi target strategis yang potensial.
