Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami infeksi pada tangan kanannya akibat perkelahian sepulang sekolah. Insiden tersebut terjadi ketika korban memukul mulut lawannya, menyebabkan luka pada tangannya sendiri.
Saat tiba di rumah, ibu pasien membersihkan luka kecil yang terdapat di atas sendi metacarpophalangeal keempat (buku jari) tangan kanannya dan memasang perban. Keesokan paginya, kondisi tangan tersebut menunjukkan pembengkakan disertai kemerahan (erythema).
Pasien kemudian dibawa ke klinik darurat (urgent care clinic). Di sana, ditemukan bahwa ia mengalami demam dengan suhu 101.8°F, pembengkakan ringan disertai kemerahan pada tangan, namun hasil rontgen menunjukkan kondisi normal. Riwayat imunisasi tetanus pasien tercatat sudah lengkap, dan tidak ada keluhan atau temuan medis lain yang signifikan.
