Thursday, 27 August 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Banjir Nepal Akibat Proyek Tiongkok Picu Kekhawatiran ‘Bom Air’

Oleh Herfansyah August 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Banjir bandang dahsyat menerjang Nepal dan Tiongkok pada Rabu waktu setempat, menyebabkan lebih dari 150 korban jiwa dan angka kematian yang diperkirakan akan terus meningkat. Peristiwa tragis ini memicu kekhawatiran para pakar mengenai potensi ancaman dari proyek-proyek infrastruktur di wilayah tersebut.

Menurut laporan terbaru, banjir yang terjadi di Nepal merenggut nyawa sedikitnya 100 orang. Sementara itu, di negara tetangga, Tiongkok, banjir juga dilaporkan menyebabkan puluhan korban jiwa dan kerusakan yang signifikan.

Seorang pakar hidrologi, Dr. Lin Wei, menyoroti bahwa peningkatan curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Himalaya dalam beberapa tahun terakhir berpotensi memicu bencana yang lebih besar. Ia memperingatkan adanya kemungkinan terbentuknya ‘bom air’ akibat akumulasi volume air yang besar di sejumlah proyek infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan pengendalian banjir dan pembangkit listrik tenaga air.

“Kombinasi perubahan iklim yang menyebabkan hujan ekstrem dan pembangunan proyek-proyek skala besar di daerah pegunungan yang rentan ini menciptakan kondisi yang sangat berbahaya,” ujar Dr. Lin Wei pada Rabu (9/10/2024). Ia menambahkan bahwa proyek-proyek tersebut, meskipun dirancang untuk mengelola air, justru bisa menjadi titik kritis jika terjadi kegagalan struktural akibat tekanan air yang luar biasa.

Pernyataan Dr. Lin Wei ini merujuk pada sejumlah proyek bendungan dan infrastruktur air lainnya yang dibangun di sepanjang sungai-sungai besar yang berhulu di Pegunungan Himalaya. Proyek-proyek ini, sebagian besar didanai dan dibangun oleh Tiongkok, bertujuan untuk mengendalikan banjir, menyediakan irigasi, dan menghasilkan energi listrik.

Meskipun demikian, para pakar lingkungan dan hidrologi telah lama menyuarakan keprihatinan tentang dampak ekologis dan risiko keamanan dari proyek-proyek raksasa tersebut. Kekhawatiran utamanya adalah potensi jebolnya bendungan atau tanggul akibat luapan air yang tidak terkendali, yang dapat memicu banjir bandang dahsyat di hilir, termasuk di Nepal.

Pemerintah Nepal sendiri telah menyatakan akan segera melakukan evaluasi mendalam terhadap dampak banjir dan meninjau kembali kerja sama dengan Tiongkok terkait proyek-proyek infrastruktur air. “Kami membutuhkan pemahaman yang jelas tentang penyebab banjir ini dan bagaimana proyek-proyek yang ada berkontribusi terhadap situasi ini. Keselamatan warga kami adalah prioritas utama,” tegas Menteri Sumber Daya Air Nepal, Mr. Sharma, dalam sebuah konferensi pers singkat pada Kamis (10/10/2024).

Banjir kali ini menjadi pengingat keras akan kerentanan wilayah pegunungan Himalaya terhadap bencana hidrometeorologi, yang diperparah oleh aktivitas manusia. Pihak berwenang di kedua negara kini berfokus pada upaya penyelamatan dan penanggulangan bencana, sembari bersiap menghadapi potensi dampak jangka panjang dari peristiwa ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp