Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Telkom Indonesia Transformasi Menjadi Strategic Holding dengan Empat Pilar Bisnis Unggulan

Oleh Herfansyah August 26, 2026 3 hours lalu 0 komentar

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi bertransformasi menjadi sebuah strategic holding company. Perubahan struktur ini dilakukan demi meningkatkan efisiensi dan sinergi antar lini bisnis, yang pada akhirnya diharapkan dapat mengoptimalkan pendapatan perusahaan. Fokus utama reformasi ini adalah pada empat pilar bisnis strategis yang akan menjadi tulang punggung operasional.

Transformasi ini bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat posisi Telkom di tengah dinamika industri telekomunikasi yang terus berkembang pesat. Dengan membentuk strategic holding, Telkom berupaya menciptakan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi dan mampu merespons tantangan pasar dengan lebih gesit.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah, menjelaskan bahwa pembentukan strategic holding ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan visi perusahaan menjadi entitas digital terdepan. “Kami melakukan penataan ulang agar Telkom Group dapat lebih fokus dan efisien dalam menjalankan bisnisnya,” ujar Ririek Adriansyah dalam sebuah kesempatan.

Keempat pilar bisnis yang menjadi fokus utama strategic holding Telkom adalah:

Pertama, Infrastruktur Telekomunikasi. Pilar ini mencakup pengelolaan dan pengembangan seluruh aset infrastruktur jaringan, termasuk jaringan tetap, nirkabel, dan backbone, yang menjadi fondasi bagi layanan telekomunikasi.

Kedua, Bisnis Mobile. Pilar ini menaungi seluruh lini bisnis yang berkaitan dengan layanan seluler, termasuk pengembangan layanan data, suara, dan berbagai inovasi digital yang berbasis mobile.

Ketiga, Bisnis Jasa Digital & Enterprise. Pilar ini difokuskan pada penyediaan solusi digital bagi segmen korporat dan pemerintahan, termasuk layanan cloud, data center, dan solusi keamanan siber.

Keempat, Bisnis Consumer. Pilar ini bertanggung jawab atas seluruh layanan yang ditujukan kepada pelanggan ritel, seperti layanan internet rumah (IndiHome) dan produk-produk digital lainnya yang relevan bagi konsumen.

Dengan pembagian yang jelas ini, diharapkan setiap pilar dapat beroperasi secara lebih mandiri namun tetap dalam kerangka sinergi yang kuat. Hal ini memungkinkan Telkom untuk lebih tajam dalam mengejar peluang pasar di masing-masing segmen, sekaligus memastikan bahwa setiap unit bisnis berkontribusi secara optimal terhadap tujuan perusahaan secara keseluruhan. Ririek Adriansyah menambahkan bahwa langkah ini juga dirancang untuk meningkatkan daya saing Telkom di tingkat nasional maupun internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp