Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah campak yang terus meluas di Pennsylvania. Departemen Kesehatan Pennsylvania mengumumkan kabar duka ini pada Selasa pagi, menandai kematian pertama terkait campak di negara bagian tersebut dalam kurun waktu 35 tahun. Kedua korban dilaporkan tidak mendapatkan vaksinasi campak.
Gubernur Pennsylvania, Josh Shapiro, menyampaikan harapannya agar tidak ada lagi korban jiwa dalam konferensi pers yang digelar di Lancaster General Hospital. “Kami berharap dan berdoa agar kematian tersebut menjadi yang terakhir,” ujar Shapiro.
Pihak berwenang enggan merinci usia kedua korban yang meninggal, dengan alasan privasi. Namun, mereka mengonfirmasi bahwa wabah campak di Pennsylvania menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan. Hingga kini, tercatat ada 393 kasus yang terdeteksi di negara bagian tersebut.
Angka ini mencerminkan lonjakan kasus yang mengkhawatirkan, mengingat data sebelumnya menunjukkan jumlah kasus yang jauh lebih rendah. Peningkatan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan otoritas kesehatan mengenai penyebaran virus yang semakin cepat dan potensi dampaknya terhadap masyarakat.
Pemerintah negara bagian melalui Departemen Kesehatan terus berupaya menanggulangi penyebaran wabah ini dengan berbagai langkah pencegahan dan penanganan. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi menjadi salah satu fokus utama dalam upaya pengendalian wabah campak.
