Anak yang kerap mendengkur saat tidur bukan sekadar suara mengganggu, melainkan bisa jadi indikasi awal adanya gangguan pernapasan saat tidur. Kondisi ini perlu diwaspadai orang tua karena dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kesehatan si kecil secara keseluruhan.
Gangguan pernapasan saat tidur pada anak, yang paling umum adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA), terjadi ketika saluran napas bagian atas menyempit atau terhalang sebagian atau seluruhnya selama tidur. Hal ini menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah dan dapat membangunkan anak berulang kali tanpa disadari, meskipun ia tetap tertidur.
Penyebab utama ngorok pada anak biasanya berkaitan dengan pembesaran amandel (tonsil) dan adenoid. Jaringan ini terletak di belakang hidung dan tenggorokan. Ketika membesar, mereka dapat menyumbat saluran napas, terutama saat anak berbaring dalam posisi tidur. Faktor lain seperti obesitas, kelainan bentuk wajah dan rahang, serta alergi hidung juga dapat berkontribusi pada penyempitan saluran napas.
Gejala yang perlu diwaspadai orang tua tidak hanya sebatas suara ngorok yang keras. Anak yang mengalami gangguan pernapasan saat tidur seringkali menunjukkan tanda-tanda lain seperti napas yang terputus-putus atau terhenti sejenak saat tidur, bernapas melalui mulut, dan gelisah saat tidur. Di siang hari, mereka mungkin terlihat lesu, sulit berkonsentrasi, hiperaktif, atau mengalami masalah perilaku.
Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dr. Rini Dwiandini, Sp.THT-KL(K) mengingatkan, “Jika anak Anda sering mendengkur, terutama yang keras dan disertai jeda napas, jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter.” Ia menambahkan, “Penilaian awal biasanya dilakukan dengan melihat riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik. Jika dicurigai ada gangguan pernapasan saat tidur, pemeriksaan lanjutan seperti studi tidur (polisomnografi) mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis.”
Penanganan gangguan pernapasan saat tidur pada anak sangat bergantung pada penyebabnya. Untuk kasus pembesaran amandel dan adenoid, operasi pengangkatan menjadi pilihan utama. Jika penyebabnya adalah obesitas, pendekatan penurunan berat badan akan diutamakan. Penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang yang bisa meliputi gangguan pertumbuhan, masalah jantung, dan penurunan fungsi kognitif.
