Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Vaksin mRNA Eksperimental Beri Harapan Baru dalam Pencegahan Kekambuhan Melanoma

Oleh Muzairi M August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah terobosan signifikan dalam penanganan kanker kulit melanoma tengah dikembangkan. Vaksin kanker mRNA yang digarap oleh Moderna dan Merck, saat ini dalam tahap uji klinis, dilaporkan menunjukkan potensi luar biasa dalam menurunkan risiko kekambuhan penyakit mematikan ini.

Hasil awal dari uji klinis gabungan ini, yang melibatkan ratusan pasien melanoma stadium tinggi, memberikan sinyal positif yang kuat. Vaksin eksperimental ini, yang dikenal sebagai mRNA-4157/V940, dirancang untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar dapat mengenali dan menyerang sel-sel kanker yang tersisa setelah operasi pengangkatan tumor.

Menurut data yang dipresentasikan pada Kongres Tahunan American Association for Cancer Research (AACR) 2023, vaksin ini, ketika dikombinasikan dengan obat imunoterapi Keytruda (pembrolizumab) dari Merck, secara signifikan mengurangi risiko kekambuhan atau kematian pada pasien yang didiagnosis dengan melanoma stadium III atau IV. Angka-angka konkretnya pun cukup mengesankan: terjadi penurunan risiko rekurensi melanoma atau kematian sebesar 44% dibandingkan dengan penggunaan Keytruda saja.

Dr. Jeffrey Weber, Deputi Direktur untuk Pengembangan Klinis di Perelman Center for Advanced Medicine, University of Pennsylvania, menyoroti pentingnya temuan ini. “Ini adalah pertama kalinya kami menunjukkan bahwa kombinasi vaksin mRNA dan penghambat checkpoint PD-1 dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada penghambat checkpoint PD-1 saja,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami berharap bahwa studi ini akan mengubah cara kita mengobati melanoma stadium III dan IV.”

Studi ini melibatkan 157 pasien yang menjalani operasi pengangkatan melanoma stadium III atau IV. Pasien dibagi menjadi dua kelompok: satu menerima mRNA-4157/V940 yang dikombinasikan dengan Keytruda, sementara kelompok kontrol hanya menerima Keytruda. Evaluasi dilakukan setelah 3 tahun pengobatan.

Vaksin mRNA-4157/V940 sendiri merupakan vaksin personalisasi yang dibuat berdasarkan profil genetik unik dari tumor pasien. Vaksin ini menargetkan hingga 34 neoantigen, yaitu protein abnormal yang hanya ditemukan pada sel kanker, sehingga memicu respons imun yang lebih spesifik dan kuat.

Moderna dan Merck berencana untuk melanjutkan uji klinis fase 3 yang lebih besar dengan mRNA-4157/V940. Keberhasilan dalam uji klinis ini membuka harapan baru bagi pasien melanoma untuk mendapatkan terapi yang lebih efektif dalam mencegah kekambuhan penyakit.

Bagikan: Facebook X WhatsApp