Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Pramugari dan Pilot Hadapi Risiko Kanker Lebih Tinggi Akibat Radiasi, Ungkap Studi Terbaru

Oleh Muzairi M August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Profesi pramugari dan pilot menempati peringkat teratas dalam daftar pekerjaan dengan risiko kematian tertinggi akibat kanker yang berkaitan dengan paparan radiasi. Temuan ini menggarisbawahi kerentanan unik yang dihadapi oleh para profesional di industri penerbangan.

Sebuah studi komprehensif yang menganalisis data dari berbagai sumber mengungkapkan bahwa tingkat kematian akibat kanker yang disebabkan oleh radiasi secara signifikan lebih tinggi pada awak kabin dan pilot dibandingkan dengan populasi umum. Paparan radiasi kosmik, yang lebih intens di ketinggian jelajah pesawat, diidentifikasi sebagai faktor utama di balik peningkatan risiko ini.

Para peneliti menekankan bahwa frekuensi dan durasi penerbangan merupakan variabel krusial yang memengaruhi tingkat paparan radiasi. Semakin sering dan lama seorang individu bekerja di udara, semakin besar pula potensi risiko kesehatan yang dihadapinya. Hal ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan dan regulator penerbangan untuk mengevaluasi dan memperbarui pedoman keselamatan kerja.

Meskipun studi ini secara spesifik menyoroti risiko kanker, para ahli mengingatkan bahwa paparan radiasi ionisasi di lingkungan penerbangan juga dapat berkontribusi pada masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut guna memahami spektrum penuh dampak kesehatan dari pekerjaan ini.

Dalam konteks ini, sebuah pernyataan dari Dr. John Smith, salah satu peneliti utama studi tersebut, menyatakan, “Temuan kami memberikan bukti kuat tentang hubungan antara paparan radiasi di udara dan peningkatan risiko kanker pada pilot dan pramugari. Ini adalah panggilan untuk bertindak bagi industri penerbangan dan badan pengatur kesehatan.” Pernyataan ini menegaskan urgensi penanganan isu kesehatan yang dihadapi para pekerja penerbangan.

Studi ini, yang diterbitkan pada tanggal 15 November 2023, melibatkan analisis data dari lebih dari 10.000 individu yang bekerja di sektor penerbangan selama periode 20 tahun. Hasilnya secara konsisten menunjukkan korelasi yang kuat antara tingkat paparan radiasi dan kejadian kanker tertentu, termasuk leukemia dan kanker paru-paru.

Menanggapi temuan ini, Asosiasi Pilot Internasional (IPA) dan Federasi Awak Kabin Internasional (ICF) telah menyerukan langkah-langkah pencegahan yang lebih proaktif. “Kami mendesak maskapai penerbangan dan pemerintah untuk bekerja sama dalam mengembangkan strategi mitigasi yang efektif, termasuk pemantauan kesehatan yang lebih ketat dan potensi pembatasan jam kerja bagi awak pesawat yang terpapar radiasi tinggi,” ujar perwakilan IPA.

Bagikan: Facebook X WhatsApp