Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
BERITA

Anwar Ibrahim Kirim Surat ke Prabowo Bahas Investasi FELDA di BWPT

Oleh Emanuel August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dilaporkan telah mengirimkan surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Surat tersebut secara spesifik membahas mengenai permasalahan investasi yang melibatkan FELDA (Federal Land Development Authority) di PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III, yang merupakan bagian dari BUMN Indonesia.

Informasi ini pertama kali diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada hari Kamis, 12 September 2024. Beliau menyatakan bahwa surat dari Anwar Ibrahim tersebut telah diterima dan isinya berkaitan dengan isu investasi FELDA di Indonesia.

Menurut Airlangga Hartarto, isi surat tersebut pada intinya adalah permintaan dari PM Malaysia agar pemerintah Indonesia dapat memberikan perhatian lebih terhadap investasi yang telah dilakukan oleh FELDA di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan PTPN III. Permintaan ini didasari oleh adanya kendala atau permasalahan yang dihadapi oleh FELDA dalam realisasi investasinya.

Lebih lanjut, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan segera menindaklanjuti surat tersebut. Langkah konkret yang akan diambil adalah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait di dalam negeri. “Kita akan berkoordinasi dengan Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, dan juga PTPN III,” ujar Airlangga Hartarto.

Koordinasi ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai duduk permasalahan investasi FELDA di Indonesia. Pihak pemerintah Indonesia ingin memahami secara komprehensif kendala-kendala yang dihadapi oleh FELDA agar dapat dicarikan solusi yang terbaik. Hal ini penting demi menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia, serta memastikan bahwa investasi yang masuk dapat berjalan lancar dan saling menguntungkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih rinci mengenai bentuk investasi FELDA di PTPN III yang menjadi pokok bahasan dalam surat tersebut. Namun, sinyalemen yang disampaikan oleh Menko Perekonomian menunjukkan adanya upaya serius dari kedua negara untuk menyelesaikan isu ini secara konstruktif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp