Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
BERITA

Burung Hantu Jadi Sekutu Petani Sawit Lawan Tikus Penggerek

Oleh Emanuel August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Petani kelapa sawit kini memiliki sekutu tak terduga dalam memerangi hama tikus: burung hantu. Hewan nokturnal ini terbukti efektif menjadi agen pengendali hayati hama yang kerap merusak tanaman kelapa sawit, terutama di malam hari saat para petani beristirahat.

Penggunaan burung hantu sebagai predator alami menjadi solusi berkelanjutan yang mulai diadopsi di berbagai wilayah perkebunan kelapa sawit. Strategi ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang berpotensi berbahaya, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem di lahan pertanian.

Salah satu upaya konkret dilakukan oleh PT Astra Agro Lestari Tbk di Kebun Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sejak tahun 2014, perusahaan ini telah menerapkan program konservasi burung hantu Tyto alba. Data yang dihimpun menunjukkan keberhasilan program ini dalam menekan populasi tikus di areal perkebunan mereka.

Manajer Kebun Sungai Lilin, Antonius Haryanto, mengungkapkan bahwa sebelum program ini berjalan, populasi tikus mencapai angka yang mengkhawatirkan. “Tikus ini kalau malam hari, petani sedang istirahat, dia beraksi,” ujar Antonius pada 10 Mei 2024. Ia menambahkan bahwa kerugian akibat serangan tikus bisa mencapai Rp 1,5 miliar per tahun jika tidak dikendalikan.

Berkat kehadiran burung hantu, kondisi perkebunan berangsur membaik. “Awalnya kami menebar 50 ekor, sekarang sudah ada 100 ekor lebih,” jelas Antonius. Angka ini menunjukkan perkembangan positif dan adopsi yang baik dari program tersebut di lapangan.

Keberhasilan ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Sriwijaya. Dr. Ir. H. M. Affandi, M.Si., salah satu peneliti, menyatakan bahwa burung hantu Tyto alba memiliki kemampuan berburu yang luar biasa dan mampu memangsa tikus dalam jumlah signifikan. “Satu ekor burung hantu mampu memangsa 3-4 ekor tikus per malam,” ungkapnya.

Program konservasi ini tidak hanya berfokus pada pelepasan burung hantu, tetapi juga mencakup penyediaan rumah atau ‘rubanah’ bagi mereka. Rubanah ini dirancang khusus untuk memberikan tempat berlindung dan berkembang biak yang aman bagi burung hantu. Hingga kini, telah terpasang 1.500 rubanah di seluruh areal perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk.

Manfaat dari program ini sangat dirasakan oleh para petani. Selain penurunan serangan hama, penggunaan burung hantu juga berkontribusi pada peningkatan hasil panen kelapa sawit. Hal ini menegaskan bahwa solusi alam dapat menjadi pilihan yang efektif dan ramah lingkungan dalam praktik pertanian modern.

Bagikan: Facebook X WhatsApp