Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

GrapheneOS Bakal Hadir di Ponsel Motorola Mulai 2027

Oleh Heni Maulidya August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sistem operasi GrapheneOS, yang dikenal fokus pada privasi dan keamanan, akan segera memperluas dukungannya ke ponsel Motorola. Pengumuman ini menandai langkah signifikan bagi GrapheneOS yang sebelumnya hanya tersedia untuk ponsel Google Pixel.

Perusahaan di balik GrapheneOS baru-baru ini mengumumkan bahwa lini ponsel Motorola versi 2027, khususnya model non-lipat (slab phones), direncanakan menjadi perangkat pertama yang resmi mendukung sistem operasi ini. Dukungan ini juga akan mencakup chip terbaru Qualcomm, yaitu Snapdragon 8 Elite.

GrapheneOS merupakan sistem operasi seluler sumber terbuka yang dibangun di atas Android Open Source Project. Fokus utamanya adalah meningkatkan privasi dan keamanan pengguna dengan menghadirkan fitur-fitur canggih untuk menangkal kerentanan keamanan dan mencegah pelacakan data yang invasif. Meskipun mendukung aplikasi Android, GrapheneOS tidak menyertakan aplikasi atau layanan Google secara default. Namun, pengguna memiliki opsi untuk menginstal Google Play Store dalam mode ‘sandbox’, yang membatasi akses aplikasi Google ke data perangkat.

Sebelum memutuskan untuk mendukung perangkat baru, GrapheneOS menetapkan standar yang ketat bagi produsen. Persyaratan utama meliputi kemampuan menjalankan sistem operasi alternatif dengan akses penuh ke keamanan perangkat keras, komitmen pembaruan selama minimal lima tahun, integrasi elemen aman (secure element), dan penandaan memori perangkat keras (hardware memory tagging).

Dalam sebuah utas di Mastodon, GrapheneOS menjelaskan bahwa ponsel Motorola generasi saat ini, termasuk Motorola Signature, Razr Fold, dan Razr Ultra, ‘sangat dekat’ untuk memenuhi persyaratan keamanan tersebut. Namun, beberapa fitur krusial yang akan hadir di lini 2027, seperti integrasi elemen aman yang memadai, masih menjadi poin penting.

GrapheneOS juga menyatakan antusiasmenya terhadap chip Snapdragon. Mereka menilai chip ini menawarkan performa CPU dan GPU yang lebih baik, serta komponen terisolasi (seperti seluler, Wi-Fi, Bluetooth). Hal ini dianggap lebih unggul dibandingkan chip Tensor milik Google, yang menurut GrapheneOS, seringkali merupakan ‘penyesuaian atau penurunan’ dari Snapdragon dalam banyak aspek, meskipun memiliki keunggulan keamanan yang sebelumnya belum dikejar oleh Snapdragon.

Menariknya, GrapheneOS menyebutkan bahwa Motorola telah berperan besar dalam proses adaptasi GrapheneOS untuk perangkat mereka. Hal ini sangat menggembirakan, mengingat GrapheneOS sendiri merasa lebih sulit bekerja dengan Pixel dalam beberapa tahun terakhir. Diharapkan, pengguna yang memilih GrapheneOS di ponsel Motorola akan mendapatkan pengalaman yang teroptimasi dengan baik.

Selain ponsel non-lipat, GrapheneOS juga berencana untuk mendukung ponsel lipat dan flippable dari Motorola. Perusahaan ini sudah memiliki pengalaman dengan ponsel lipat, seperti Pixel Fold, Pixel 9 Pro Fold, dan Pixel 10 Pro Fold. Sementara itu, dukungan untuk perangkat ‘flip’ akan menjadi hal baru bagi GrapheneOS. Perusahaan juga sedang dalam proses pengembangan dukungan untuk perangkat Pixel generasi ke-11.

Bagikan: Facebook X WhatsApp