Monday, 24 August 2026
BREAKING
BERITA

Lima Strategi Pengasuhan Empati untuk Anak dengan ADHD

Oleh Emanuel August 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Orang tua yang memiliki anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) kerap menghadapi tantangan dalam mengelola perilaku dan mengembangkan fungsi eksekutif mereka. Namun, dengan menerapkan lima pendekatan pengasuhan yang berlandaskan empati, orang tua dapat secara efektif mendukung perkembangan anak mereka.

Pendekatan pertama adalah dengan membangun rutinitas yang terstruktur. Anak ADHD cenderung merespons baik terhadap prediktabilitas. Jadwal harian yang jelas, mulai dari waktu bangun tidur, makan, belajar, hingga bermain dan tidur, dapat membantu mereka merasa lebih aman dan terkendali. Visualisasi jadwal dengan gambar atau daftar centang juga sangat membantu.

Selanjutnya, penting untuk memecah tugas menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Tugas yang besar atau kompleks dapat membuat anak ADHD kewalahan. Dengan membaginya menjadi langkah-langkah yang lebih mudah dikelola, mereka akan lebih termotivasi dan mampu menyelesaikannya. Berikan pujian untuk setiap langkah yang berhasil diselesaikan.

Pendekatan ketiga adalah dengan menetapkan batasan yang jelas dan konsisten. Anak ADHD mungkin kesulitan memahami atau mengikuti aturan, sehingga batasan yang tegas namun disampaikan dengan tenang sangat diperlukan. Pastikan anak memahami konsekuensi dari pelanggaran aturan, dan terapkan konsekuensi tersebut secara konsisten tanpa emosi berlebihan.

Keempat, dorong aktivitas fisik secara teratur. Olahraga dan aktivitas fisik dapat membantu menyalurkan energi berlebih pada anak ADHD, meningkatkan fokus, dan memperbaiki suasana hati. Berikan kesempatan bagi mereka untuk bergerak aktif, baik melalui permainan di luar ruangan maupun olahraga yang terstruktur.

Terakhir, praktikkan mendengarkan aktif dan validasi perasaan mereka. Anak ADHD seringkali merasa tidak dipahami atau frustrasi dengan diri mereka sendiri. Dengarkan keluhan mereka dengan penuh perhatian, tunjukkan bahwa Anda memahami perasaan mereka, meskipun Anda tidak selalu menyetujui perilakunya. Validasi emosi mereka dapat membantu membangun rasa percaya diri dan mengurangi konflik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp