Monday, 24 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Batas Aman Konsumsi Garam Harian dan Tanda Tubuh yang Perlu Diwaspadai

Oleh Muzairi M August 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Batas aman konsumsi garam harian yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah kurang dari 5 gram atau setara dengan satu sendok teh per hari. Batasan ini penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat timbul akibat asupan garam berlebih, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Namun, seringkali tanpa disadari, masyarakat mengonsumsi garam jauh melebihi anjuran tersebut, terutama dari makanan olahan dan jajanan.

Ahli Gizi, dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK, menjelaskan bahwa tubuh akan memberikan sinyal ketika asupan garam sudah berlebihan. Mengenali tanda-tanda ini sangat krusial agar kita dapat segera menghentikan konsumsi dan mencegah dampak buruk lebih lanjut. “Kita perlu sadar, kalau sudah merasa haus terus, bengkak-bengkak, atau muncul sakit kepala, itu bisa jadi sinyal tubuh kelebihan garam,” ujar dr. Diana.

Tanda pertama yang paling umum adalah rasa haus yang berlebihan. Garam, atau natrium, bersifat higroskopis, yang berarti ia menarik air. Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak garam, tubuh akan berusaha menyeimbangkan kadar natrium dengan menarik lebih banyak air dari sel-sel Anda, sehingga memicu rasa haus. Peningkatan rasa haus ini adalah mekanisme alami tubuh untuk mengencerkan kelebihan natrium dalam darah.

Selain rasa haus, pembengkakan atau edema juga menjadi indikator kuat. Kelebihan natrium dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan, yang seringkali bermanifestasi sebagai pembengkakan, terutama di area kaki, pergelangan kaki, dan tangan. Kondisi ini terjadi karena garam membuat pembuluh darah menahan cairan ekstra.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah sakit kepala. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan asupan garam dapat memicu sakit kepala, terutama pada individu yang sensitif. Mekanismenya diduga berkaitan dengan perubahan tekanan darah dan keseimbangan cairan dalam tubuh yang dipicu oleh natrium.

Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan label nutrisi pada kemasan makanan, terutama kandungan natriumnya. Membatasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, dan jajanan yang tinggi garam adalah langkah awal yang efektif. Memasak sendiri di rumah dengan kontrol bumbu yang lebih baik juga sangat disarankan. Dengan mengenali dan merespons sinyal tubuh, kita dapat menjaga asupan garam tetap dalam batas aman dan terhindar dari risiko penyakit kronis.

Bagikan: Facebook X WhatsApp