Monday, 24 August 2026
BREAKING
BERITA

Muktamar NU Jombang: Registrasi RFID dan QR Code Wajib untuk Peserta

Oleh Emanuel August 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Peserta Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diselenggarakan di Jombang, Jawa Timur, diwajibkan mengikuti prosedur registrasi menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dan QR Code. Kebijakan ini diberlakukan untuk memastikan bahwa hanya peserta yang datanya tervalidasi yang dapat memasuki area utama pelaksanaan muktamar. Persiapan teknis terkait implementasi sistem ini telah rampung.

Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-34 NU, KH. Abdul Muchit Muzadi, menegaskan bahwa setiap peserta, baik dari PBNU maupun PWNU, harus melalui proses registrasi ini. Tujuannya adalah untuk mendata ulang seluruh peserta dan memastikan keabsahan data yang terdaftar. “Semua peserta, baik dari PBNU maupun PWNU, wajib melakukan registrasi ulang. Data yang tidak valid tidak akan kami perbolehkan masuk ke area muktamar,” ujar KH. Abdul Muchit Muzadi di Jakarta pada Sabtu, 24 November 2012.

KH. Abdul Muchit Muzadi menjelaskan bahwa sistem RFID dan QR Code ini merupakan bagian dari upaya panitia untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban selama muktamar berlangsung. Dengan sistem ini, panitia dapat memantau jumlah peserta yang hadir secara akurat dan mengontrol akses ke lokasi acara. Setiap peserta akan diberikan kartu identitas khusus yang dilengkapi dengan chip RFID dan kode QR. Kartu ini akan menjadi tiket masuk utama ke seluruh rangkaian kegiatan muktamar.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar seluruh pengurus PBNU dan PWNU segera mendaftarkan anggotanya yang akan hadir. Proses pendaftaran ulang ini diharapkan dapat memperlancar jalannya muktamar dan menghindari potensi masalah terkait data peserta. “Kami mengimbau agar seluruh pengurus PBNU dan PWNU segera mendaftarkan anggotanya yang akan hadir. Ini demi kelancaran dan ketertiban acara,” tambahnya.

Muktamar ke-34 NU dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 1-5 Desember 2012 di Jombang. Perhelatan akbar ini diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia, termasuk para ulama, tokoh masyarakat, dan warga nahdliyin.

Bagikan: Facebook X WhatsApp