Monday, 24 August 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Presiden UEFA Kritik Rencana Jual Saham Piala Dunia, Sebut Lebih Buruk dari Super League

Oleh Danu Ilham August 24, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait rencana untuk menjual sebagian saham Piala Dunia. Ceferin secara tegas menyatakan bahwa langkah tersebut dinilainya “lebih buruk dari Super League”, sebuah proyek liga tandingan yang sempat menghebohkan dunia sepak bola.

Menurut Ceferin, upaya Infantino untuk menjual kepemilikan hak komersial Piala Dunia merupakan tindakan yang sangat disayangkan. Ia membandingkan potensi dampak negatif dari penjualan saham tersebut dengan kontroversi yang ditimbulkan oleh European Super League, yang berujung pada penolakan luas dari klub, federasi, dan penggemar sepak bola.

Presiden federasi sepak bola Eropa ini tidak merinci lebih lanjut mengenai bentuk spesifik dari penjualan saham yang diusulkan oleh FIFA. Namun, ia menekankan bahwa keputusan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap nilai fundamental sepak bola. “Dia (Infantino) harus ingat bahwa dia adalah orang Eropa,” ujar Ceferin, menyiratkan bahwa nilai-nilai sepak bola Eropa yang ia pegang teguh berbeda dengan pendekatan komersial yang mungkin diusung oleh Infantino.

Kritik Ceferin ini muncul di tengah ketegangan yang terus membayangi hubungan antara UEFA dan FIFA, terutama terkait isu-isu tata kelola dan komersialisasi sepak bola global. Perbedaan pandangan mengenai masa depan kompetisi, distribusi pendapatan, dan pengaruh pihak ketiga dalam sepak bola telah menjadi sumber perselisihan yang berulang antara kedua badan sepak bola terbesar di dunia ini.

Sebelumnya, proposal untuk menjual sebagian saham dari hak komersial Piala Dunia telah mengemuka sebagai salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh FIFA untuk mendanai berbagai inisiatif pengembangan sepak bola di seluruh dunia. Namun, rencana ini menuai kekhawatiran dari berbagai pihak mengenai potensi hilangnya kontrol FIFA atas aset terpentingnya dan pengaruh jangka panjang terhadap integritas turnamen.

Ceferin menambahkan bahwa perbandingan dengan Super League bukan tanpa alasan. Ia berpendapat bahwa kedua inisiatif tersebut, meski berbeda bentuk, sama-sama berpotensi mengikis prinsip-prinsip solidaritas dan keberlanjutan dalam sepak bola, serta mengabaikan kepentingan para pemangku kepentingan yang lebih luas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp