Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menginisiasi upaya penguatan kolaborasi multipihak guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah strategis ini diwujudkan melalui dorongan pembentukan protokol bersama yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemadaman.
Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap tantangan karhutla yang terus berulang dan menimbulkan kerugian signifikan. APHI dan Gapki menyadari bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, baik dari sektor swasta, pemerintah, maupun masyarakat.
Dalam dialog yang berlangsung pada Selasa, 14 Mei 2024, di Jakarta, kedua asosiasi sepakat untuk mendorong percepatan pembentukan protokol bersama. Sekretaris Jenderal APHI, Nurlinawati, menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat. “Kita harus bergerak cepat dan terkoordinasi. Pembentukan protokol bersama ini diharapkan menjadi panduan standar bagi semua pihak dalam bertindak ketika terjadi karhutla,” ujar Nurlinawati.
Protokol bersama ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga pemadaman. Harapannya, dengan adanya panduan yang jelas dan terstruktur, respons terhadap karhutla dapat dilakukan lebih sigap dan efektif, meminimalkan dampak kerusakan lingkungan serta kerugian ekonomi.
Senada dengan itu, Ketua Umum Gapki, Eddy Martono, menyatakan komitmen organisasinya untuk mendukung penuh inisiatif ini. “Gapki siap berkontribusi aktif dalam penyusunan dan implementasi protokol bersama ini. Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat, kita bisa mengatasi persoalan karhutla ini secara lebih baik,” kata Eddy Martono.
Lebih lanjut, Eddy menambahkan bahwa kolaborasi ini juga akan mencakup pertukaran informasi dan sumber daya. “Kita akan memastikan bahwa setiap anggota asosiasi memiliki pemahaman yang sama dan siap mengerahkan sumber daya yang dimiliki, baik personel maupun peralatan, untuk mendukung upaya pemadaman,” jelasnya.
Pertemuan ini juga menyoroti perlunya penguatan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi dalam penanganan karhutla. APHI dan Gapki berkomitmen untuk mendorong peningkatan pelatihan bagi petugas pemadam kebakaran serta adopsi teknologi terkini untuk mendukung kegiatan pencegahan dan pemadaman.
Dengan adanya sinergi antara APHI dan Gapki, serta dorongan untuk protokol bersama, diharapkan upaya penanganan karhutla di Indonesia dapat berjalan lebih terpadu dan efisien, demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan usaha.
