Di tengah puing-puing dan trauma pasca gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Valentinus Jantur (39) menunjukkan ketangguhan luar biasa. Ia, yang juga menjadi korban gempa, memilih untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai operator di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) demi memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat.
Gempa bumi yang terjadi pada 29 November 2023 lalu meninggalkan luka mendalam bagi banyak warga Manggarai, termasuk Valentinus. Namun, alih-alih menyerah pada keadaan, ia justru bangkit dan kembali mengenakan seragam kerjanya. Keputusan ini diambilnya dengan kesadaran penuh akan pentingnya peran SPBU dalam menjaga roda perekonomian dan aktivitas warga, terutama dalam situasi darurat.
Valentinus menyadari bahwa kelancaran pasokan bahan bakar adalah kunci untuk berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga distribusi kebutuhan pokok. “Kita harus tetap melayani warga, jangan sampai karena gempa ini semua terhenti. Kebutuhan energi ini penting untuk mereka,” ujar Valentinus dengan nada tegas namun penuh empati.
Ia bercerita bahwa meski rumahnya mengalami kerusakan, semangatnya untuk berkontribusi tidak pernah padam. “Ya, rumah memang rusak, tapi saya harus tetap bekerja. Ini bukan hanya soal pekerjaan, tapi bagaimana kita bisa saling membantu di masa sulit seperti ini,” tambahnya.
Tindakan Valentinus ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan ketahanan masyarakat Manggarai dalam menghadapi bencana. Di tengah keterbatasan dan tantangan pasca-gempa, kehadiran operator seperti Valentinus di SPBU menjadi jangkar penting yang memastikan kehidupan warga dapat terus berjalan, meskipun perlahan.
Kisah Valentinus Jantur ini bukan hanya tentang seorang pekerja yang menjalankan tugasnya, melainkan sebuah inspirasi tentang bagaimana semangat kemanusiaan dan tanggung jawab dapat tetap menyala terang di tengah kegelapan bencana. Ia adalah potret kekuatan warga NTT yang tidak gentar menghadapi cobaan.
