Saturday, 22 August 2026
BREAKING
OLAHRAGA

Mentalitas dan Fisik Jadi Kendala Garuda Pertiwi Cetak Gol Tambahan

Oleh Emanuel August 22, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Timnas Sepak Bola Putri Indonesia, yang akrab disapa Garuda Pertiwi, menghadapi tantangan dalam mengonversi keunggulan jumlah pemain menjadi gol tambahan saat melawan Yordania di semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Meskipun sempat unggul secara kuantitas pemain di lapangan, skuat asuhan Rudy Eka Priyadi ini kesulitan membongkar pertahanan lawan dan menambah pundi-pundi gol.

Pelatih Garuda Pertiwi, Rudy Eka Priyadi, mengungkapkan bahwa ada dua faktor utama yang menghambat timnya mencetak gol lebih banyak dalam situasi tersebut. Pertama adalah aspek mentalitas pemain, dan kedua adalah kondisi fisik yang mulai terkuras.

“Ya, itu memang jadi catatan kami. Setelah unggul jumlah pemain, kami seharusnya bisa memanfaatkan itu untuk mencetak gol. Tapi kenyataannya, kami kesulitan. Ada beberapa evaluasi, pertama dari segi mentalitas, kedua dari segi fisik,” ujar Rudy Eka Priyadi seusai pertandingan.

Rudy Eka Priyadi menjelaskan bahwa ketika timnya mendapatkan keuntungan jumlah pemain, seringkali para pemain malah menjadi ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Hal ini membuat alur serangan menjadi tidak efektif dan mudah dipatahkan oleh lawan.

“Memang ada mentalitas yang mungkin sedikit terbebani. Mungkin mereka berpikir, ‘Wah, kita sudah unggul jumlah pemain, tapi kok malah kesulitan’. Ini yang membuat mereka jadi ragu-ragu dalam mengeksekusi,” tambahnya.

Selain persoalan mental, kebugaran fisik pemain juga menjadi sorotan. Pertandingan yang ketat dan intensitas tinggi membuat stamina para pemain terkuras, terutama di babak kedua. Akibatnya, kemampuan mereka untuk melakukan penetrasi dan penyelesaian akhir yang tajam menurun.

“Ini juga jadi evaluasi kami, karena memang untuk bisa mencetak gol dalam situasi unggul jumlah pemain, kami butuh pemain yang memiliki fisik prima untuk terus menekan dan mencari celah,” jelas Rudy Eka Priyadi.

Meskipun demikian, Rudy Eka Priyadi tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia mengakui bahwa timnya masih perlu banyak belajar untuk bisa tampil lebih baik lagi di masa mendatang, terutama dalam menghadapi situasi-situasi krusial seperti saat melawan Yordania.

Bagikan: Facebook X WhatsApp