Ketajaman Tumpul, Harry Kane Jadi Sasaran Dukun Ghana? Misteri di Balik Imbang Inggris

Emanuel

Pertandingan antara timnas Inggris melawan Ghana dalam lanjutan Grup L di Stadion Boston pada Rabu (24/6) dini hari WIB, berakhir tanpa gol. Di tengah dominasi penguasaan bola Inggris, performa striker andalan mereka, Harry Kane, menjadi sorotan karena dinilai tumpul. Situasi ini memicu kembali kabar burung mengenai kemungkinan adanya campur tangan mistis dari dukun Ghana yang diduga telah mengutuk sang penyerang.

Inggris, yang tampil sebagai tim unggulan, sejatinya mendominasi jalannya pertandingan. Namun, efektivitas serangan mereka terbilang rendah. Pada babak pertama, skuad The Three Lions bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan yang mengarah ke gawang Ghana. Hal ini sangat kontras dengan performa Harry Kane di laga sebelumnya melawan Kroasia, di mana ia berhasil mencetak dua gol.

Dalam laga melawan Ghana, Kane terlihat kesulitan menembus pertahanan solid tim lawan. Sejumlah upayanya untuk melepaskan tembakan di babak pertama kerap berhasil diblok oleh para pemain Ghana. Meskipun Inggris menciptakan lebih banyak peluang di babak kedua, kiper Ghana, Benjamin Asare, tampil gemilang dengan menggagalkan berbagai serangan. Sundulan Nico O’Reilly sempat membentur tiang gawang, sementara tembakan jarak dekat Kane justru melambung di atas mistar, menambah kekecewaan publik.

Tumpulnya lini serang Inggris, khususnya Harry Kane, pada pertandingan tersebut semakin menguatkan narasi tentang potensi guna-guna dukun Ghana. Sebelum pertandingan kedua tim, seorang dukun asal Ghana bernama Nana Kwaku Bonsam secara terbuka mengklaim telah melancarkan kutukan terhadap Harry Kane. Tujuannya jelas: untuk menghambat penampilan sang striker agar tidak bersinar seperti di laga pembuka.

"Saya mengincar Harry Kane. Saya tahu apa yang bisa saya lakukan dan bagaimana menghentikan dia," ujar Bonsam seperti dikutip dari beIN Sports. Ia menambahkan, "Saya tidak menginginkan cedera serius, hanya ingin mencegah dia bermain melawan negara saya." Klaim ini sontak menarik perhatian media dan publik sepak bola internasional, meskipun tidak didukung oleh bukti ilmiah apa pun.

Nana Kwaku Bonsam, yang dikenal dengan julukan ‘Setan Rabu’, mengklaim bahwa kekuatannya berasal dari kuil Kofi Oo Kofi, dan ia menyebut dirinya sebagai salah satu pemimpin spiritual paling otentik di Afrika. Pengakuan Bonsam ini bukanlah kali pertama menarik perhatian dunia terkait pertandingan sepak bola yang melibatkan Ghana. Sebelumnya, pada Piala Dunia 2014, ia juga sempat menjadi sorotan karena dianggap berperan atas cedera lutut yang dialami Cristiano Ronaldo sebelum Portugal menghadapi Ghana.

Meskipun klaim dukun tersebut terdengar fantastis dan belum terbukti secara ilmiah, fenomena mistis dalam sepak bola memang kerap kali menjadi topik perbincangan menarik, terutama di negara-negara dengan budaya yang kental akan tradisi spiritual. Para pemain dan tim pelatih seringkali mengabaikan hal-hal seperti ini, namun tidak jarang pula isu serupa muncul di tengah kompetisi besar.

Pertandingan melawan Ghana sendiri merupakan bagian dari persiapan timnas Inggris menjelang turnamen besar, di mana setiap pertandingan memiliki bobot tersendiri untuk membangun chemistry dan strategi tim. Absennya gol dari kedua tim menunjukkan bahwa kedua kesebelasan masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam hal penyelesaian akhir. Bagi Inggris, temuan dari pertandingan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Gareth Southgate, pelatih timnas Inggris, untuk mengasah kembali ketajaman lini serangnya.

Performa Harry Kane yang mengalami penurunan drastis dalam pertandingan ini tentu menjadi perhatian utama. Sebagai kapten dan ujung tombak tim, ekspektasi terhadap Kane selalu tinggi. Kemampuannya dalam mencetak gol dan menciptakan peluang telah terbukti berkali-kali di level klub maupun internasional. Namun, seperti pemain sepak bola lainnya, Kane juga bisa mengalami periode performa yang kurang optimal.

Di sisi lain, pertahanan Ghana yang solid patut diacungi jempol. Mereka berhasil meredam serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Inggris, menciptakan frustrasi bagi para penyerang lawan. Penampilan gemilang kiper Benjamin Asare juga menjadi faktor krusial dalam menjaga gawangnya tetap steril.

Pertandingan imbang 0-0 ini, terlepas dari narasi mistis yang menyertainya, memberikan pelajaran berharga bagi kedua tim. Inggris perlu segera menemukan solusi untuk memecah kebuntuan gol, sementara Ghana membuktikan bahwa mereka adalah tim yang sulit dikalahkan dan mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim-tim besar. Kasus Harry Kane dan klaim dukun Ghana ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap sepak bola modern, elemen-elemen tak terduga dan cerita-cerita unik kerap kali mewarnai perjalanan sebuah pertandingan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All