Friday, 21 August 2026
BREAKING
POLITIK

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT Rektor Unsoed Terkait Suap Penerimaan Maba

Oleh Danu Ilham August 21, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan 14 orang, termasuk Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, M.Sc., dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga terkait dengan praktik korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Penangkapan ini merupakan puncak dari penyelidikan mendalam yang sedang dilakukan oleh KPK di dua lokasi, yakni Jakarta dan Purwokerto.

Dalam operasi yang berlangsung pada Selasa, 23 Mei 2023, tim KPK menyita sejumlah uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga kuat merupakan bagian dari aliran suap yang diterima oleh pihak-pihak terkait demi melancarkan kelulusan calon mahasiswa dalam seleksi.

Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, M.Sc., menjadi salah satu figur sentral yang turut diamankan. Keberadaan rektor dalam lingkaran dugaan korupsi ini tentu menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai integritas di institusi pendidikan tinggi.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengonfirmasi penangkapan tersebut dan menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman. “Benar, KPK telah menangkap sejumlah orang dalam OTT terkait dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru di Unsoed,” ujar Ali Fikri, meskipun belum merinci lebih lanjut mengenai peran masing-masing individu yang diamankan.

Proses penyelidikan yang dilakukan KPK mencakup pengumpulan bukti-bukti serta pemeriksaan saksi-saksi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai status hukum para terduga, termasuk apakah mereka telah ditetapkan sebagai tersangka atau masih dalam tahap pemeriksaan intensif.

Dugaan praktik korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi memang kerap menjadi perhatian. Kasus ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan transparansi dalam setiap tahapan seleksi untuk memastikan meritokrasi benar-benar diterapkan dan mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp