Friday, 21 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

ACOG Dorong Pengangkatan Saluran Tuba untuk Pencegahan Kanker Ovarium

Oleh Rini Widiyarti August 21, 2026 2 hours lalu 0 komentar

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) memperkuat rekomendasinya kepada dokter spesialis obstetri dan ginekologi (OB/GYN) untuk melakukan prosedur salpingektomi bilateral. Prosedur pengangkatan kedua saluran tuba ini direkomendasikan dilakukan bersamaan dengan histerektomi dan operasi lainnya guna menurunkan risiko kanker ovarium.

Panduan terbaru dari ACOG menyoroti bukti ilmiah yang mendukung pengangkatan kedua saluran tuba sebagai “metode yang aman dan efektif untuk mengurangi risiko kanker ovarium seumur hidup pasien,” demikian pernyataan ACOG. Rekomendasi ini bertujuan untuk memberikan intervensi pencegahan yang lebih proaktif terhadap salah satu jenis kanker ginekologi yang mematikan.

Sandra E. Brooks, MD, MBA, FACOG, CEO ACOG, dalam rilis persnya menekankan urgensi langkah pencegahan ini. “Meskipun kemajuan dalam pengobatan telah membantu pasien hidup lebih lama, angka kematian akibat kanker ovarium tetap tinggi,” ujar Brooks. Ia menambahkan bahwa salpingektomi menawarkan “kesempatan bermakna untuk mengurangi risiko seseorang.”

Salpingektomi bilateral, yaitu pengangkatan kedua saluran tuba falopi, kini dipandang oleh ACOG sebagai strategi pencegahan kanker ovarium yang kuat. Peneliti meyakini bahwa sebagian besar kanker ovarium sebenarnya dimulai di tuba falopi, bukan di ovarium itu sendiri. Dengan demikian, pengangkatan saluran tuba dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan berkembangnya sel kanker.

ACOG merekomendasikan agar prosedur ini dipertimbangkan untuk semua pasien yang menjalani histerektomi karena alasan lain, seperti fibroid rahim atau perdarahan abnormal. Selain itu, prosedur ini juga dapat ditawarkan kepada wanita yang tidak memiliki indikasi medis untuk histerektomi tetapi memiliki risiko kanker ovarium yang meningkat atau ingin proaktif dalam pencegahan.

Keputusan untuk melakukan salpingektomi harus selalu didiskusikan secara mendalam antara pasien dan dokter mereka, mempertimbangkan riwayat kesehatan individu, faktor risiko, dan preferensi pribadi. ACOG berkomitmen untuk terus memperbarui panduannya berdasarkan bukti ilmiah terbaru untuk memastikan perawatan terbaik bagi pasien.

Bagikan: Facebook X WhatsApp