Thursday, 20 August 2026
BREAKING
BERITA

Sektor Panas Bumi Indonesia Capai Seabad: Kontribusi Ekonomi Mapan dan Prospek Cerah

Oleh Emanuel August 20, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Indonesia merayakan satu abad kiprah sektor panas bumi, sebuah pencapaian monumental yang terus memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyoroti betapa besar dampak ekonomi dan efek berganda yang dihasilkan dari pengembangan energi terbarukan ini.

Perjalanan panjang sektor panas bumi di Indonesia dimulai sejak 1926, menandai dimulainya eksplorasi dan pemanfaatan sumber energi bersih ini. Hingga kini, Indonesia menduduki peringkat kedua dunia dalam kapasitas terpasang panas bumi, sebuah bukti nyata komitmen dan keberhasilan dalam mengelola potensi alamnya.

Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Julfi Hadi, mengungkapkan bahwa setiap 1 megawatt (MW) kapasitas terpasang panas bumi mampu menciptakan nilai tambah ekonomi hingga Rp10,7 miliar per tahun. Angka ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengadaan barang dan jasa lokal, hingga peningkatan pendapatan daerah dan nasional.

Lebih lanjut, Julfi Hadi menjelaskan bahwa pengembangan panas bumi tidak hanya berhenti pada produksi listrik semata. “Pengembangan panas bumi juga menciptakan efek berganda yang luas. Mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengadaan barang dan jasa lokal, hingga peningkatan pendapatan daerah dan nasional,” ujar Julfi Hadi dalam sebuah kesempatan.

Data yang dirilis PGEO menunjukkan bahwa total kapasitas terpasang panas bumi Indonesia saat ini mencapai 2.373,5 MW. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan cadangan panas bumi terbesar di dunia, sekaligus menempatkannya pada posisi kedua dalam hal kapasitas terpasang, setelah Amerika Serikat.

Keberhasilan ini tidak lepas dari investasi berkelanjutan dan inovasi teknologi yang terus dikembangkan. PGEO, sebagai salah satu pemain utama, terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan eksplorasi untuk memaksimalkan potensi panas bumi Indonesia.

Dampak ekonomi yang dihasilkan dari sektor panas bumi ini sangat substansial. Selain kontribusi langsung terhadap PDB, pengembangan energi ini juga mendorong pertumbuhan industri pendukung, baik di sektor hulu maupun hilir. Hal ini menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan usianya yang kini mencapai 100 tahun, sektor panas bumi Indonesia tidak hanya menjadi pilar energi bersih nasional, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang handal. Prospek ke depan pun semakin cerah, seiring dengan meningkatnya kesadaran global akan pentingnya transisi energi dan kebutuhan untuk mengurangi jejak karbon.

Bagikan: Facebook X WhatsApp