BYD mengumumkan pencapaian impresif di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, dengan berhasil mengumpulkan lebih dari 4.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Angka tersebut menunjukkan antusiasme pasar Indonesia yang tinggi terhadap lini produk kendaraan listrik (EV) BYD, terutama setelah peluncuran resmi mereka di pameran otomotif bergengsi tersebut.
Dalam gelaran GIIAS 2026 yang berlangsung dari 1 hingga 11 Agustus 2024 di ICE BSD City, Tangerang, BYD tidak hanya memamerkan jajaran mobil listriknya, tetapi juga secara aktif menjaring minat konsumen. Pihak BYD mengonfirmasi bahwa total SPK yang berhasil diraih melampaui ekspektasi, menandai awal yang kuat bagi kehadiran mereka di pasar otomotif Indonesia.
Menariknya, model yang paling banyak diminati dan mencatat pesanan terbanyak bukanlah BYD Atto 1 yang sempat menjadi sorotan, melainkan BYD Dolphin. Model hatchback listrik ini berhasil mengungguli varian lainnya, menunjukkan preferensi konsumen terhadap desain yang lebih ringkas dan fungsional untuk mobilitas perkotaan.
BYD Dolphin menawarkan kombinasi antara efisiensi, teknologi, dan desain yang menarik. Keberhasilannya di GIIAS 2026 mengindikasikan bahwa BYD mampu menangkap segmen pasar yang tepat dengan produk ini. Sementara itu, BYD Atto 1, meskipun mendapat perhatian, tidak mampu menyamai volume pesanan yang diraih oleh Dolphin.
BYD sendiri hadir di GIIAS 2026 dengan membawa empat model andalannya, yaitu BYD Atto 3, BYD Dolphin, BYD Seal, dan BYD Atto 1. Kehadiran empat model ini memberikan pilihan yang beragam bagi konsumen yang mulai beralih ke kendaraan listrik. Pameran ini menjadi platform strategis bagi BYD untuk memperkenalkan teknologi dan keunggulan produk mereka secara langsung kepada masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data yang dirilis oleh BYD, BYD Dolphin mencatat jumlah SPK terbanyak, disusul oleh BYD Atto 3. BYD Seal dan BYD Atto 1 berada di posisi selanjutnya dalam hal jumlah pemesanan. Rincian spesifik mengenai jumlah SPK untuk masing-masing model tidak diungkapkan secara detail, namun BYD menegaskan bahwa total akumulatifnya menembus angka 4.000 unit.
Keberhasilan BYD di GIIAS 2026 ini menjadi indikator positif terhadap potensi pasar kendaraan listrik di Indonesia. Dengan klaim lebih dari 4.000 SPK, BYD membuktikan keseriusannya untuk bersaing di industri otomotif nasional dan menawarkan alternatif mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
