Thursday, 20 August 2026
BREAKING
DUNIA

Kim Yo Jong Bantah Klaim Trump: Tak Ada Komunikasi dengan Kim Jong Un soal Pertemuan

Oleh Heni Maulidya August 20, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Seoul – Adik perempuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Kim Yo Jong, membantah klaim mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebutkan adanya komunikasi antara dirinya dengan Kim Jong Un terkait permintaan pertemuan. Kim Yo Jong secara tegas menyatakan tidak mengetahui adanya kontak semacam itu.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kim Yo Jong pada hari Selasa (16/1/2024), melalui kantor berita resmi Korea Utara, KCNA. Bantahan ini muncul sebagai respons langsung terhadap klaim yang dilontarkan oleh Donald Trump dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Dalam wawancara tersebut, Trump mengklaim bahwa ia pernah berbicara langsung dengan Kim Jong Un dan bahwa Kim Jong Un telah meminta untuk bertemu dengannya. Namun, Kim Yo Jong menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar dan tidak ada informasi mengenai komunikasi semacam itu di pihak Korea Utara. Ia menambahkan bahwa dirinya adalah orang yang paling tahu mengenai urusan luar negeri rezimnya, sehingga sangat tidak mungkin ada komunikasi penting yang luput dari pengetahuannya.

Kim Yo Jong juga menekankan bahwa klaim Trump tersebut merupakan sebuah kebohongan yang dibuat-buat. Ia menyiratkan bahwa Trump mungkin memiliki motif tertentu dalam melontarkan klaim yang tidak berdasar ini. Pernyataan Kim Yo Jong ini semakin memperjelas ketidaksesuaian narasi antara kedua belah pihak mengenai interaksi di masa lalu.

Sebelumnya, Donald Trump pernah beberapa kali bertemu dengan Kim Jong Un selama masa kepresidenannya, termasuk pertemuan bersejarah di Singapura pada Juni 2018 dan di Hanoi, Vietnam, pada Februari 2019. Pertemuan-pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas denuklirisasi di Semenanjung Korea, namun tidak membuahkan hasil konkret yang signifikan.

Klarifikasi dari Kim Yo Jong ini menjadi penting dalam konteks hubungan diplomatik AS-Korea Utara yang selalu tegang. Bantahan keras ini menegaskan kembali posisi Korea Utara yang cenderung menutup diri dan sangat selektif dalam berkomunikasi, terutama dengan pihak Amerika Serikat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp