Seorang pria berkebangsaan Ukraina ditangkap di Kroasia pada hari Minggu, 19 Maret 2023, atas dugaan keterlibatannya dalam serangkaian ledakan yang merusak pipa gas Nord Stream tahun lalu. Pria tersebut diduga merupakan salah satu penyelam yang menanam bahan peledak pada pipa di Laut Baltik pada tahun 2022.
Penangkapan ini merupakan perkembangan signifikan dalam penyelidikan internasional yang sedang berlangsung untuk mengungkap dalang di balik sabotase pipa gas yang vital bagi pasokan energi Eropa. Pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2, yang menghubungkan Rusia dengan Jerman, mengalami kebocoran gas besar setelah serangkaian ledakan bawah laut yang terjadi pada September 2022.
Sumber-sumber yang dikutip oleh media mengatakan bahwa pria tersebut, yang identitasnya belum diungkapkan secara resmi, ditangkap di wilayah Kroasia. Pihak berwenang setempat dilaporkan bekerja sama dengan lembaga penegak hukum dari negara lain yang terlibat dalam penyelidikan, termasuk Jerman dan Amerika Serikat.
Meskipun belum ada tuduhan resmi yang diajukan terhadap pria tersebut, keterlibatannya sebagai penyelam yang diduga menanam bahan peledak menempatkannya sebagai tersangka kunci. Penyelidikan sejauh ini telah mengindikasikan bahwa ledakan tersebut merupakan tindakan sabotase yang disengaja, bukan kecelakaan.
Pipa Nord Stream, meskipun dimiliki oleh perusahaan energi Rusia Gazprom, merupakan infrastruktur energi penting yang menghubungkan Rusia dengan Eropa. Insiden ini memicu kekhawatiran serius mengenai keamanan infrastruktur energi kritis di kawasan tersebut dan telah memperdalam ketegangan geopolitik yang sudah ada.
Pihak berwenang belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai bagaimana pria Ukraina tersebut teridentifikasi atau ditangkap, namun penangkapan ini diharapkan dapat memberikan petunjuk penting dalam mengungkap motif dan aktor di balik serangan terhadap pipa gas Nord Stream.
