Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
HIBURAN

Promotor Diduga Hilang, Band Metal Indonesia Gagal Konser di Irlandia dan Inggris

Oleh Danu Eko August 19, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Tiga band metal kebanggaan Indonesia, DEADSQUAD, Jasad, dan Kaluman, terpaksa membatalkan penampilan mereka di Irlandia dan Inggris. Pembatalan ini diduga kuat akibat ulah promotor yang tidak bertanggung jawab, menimbulkan kerugian dan kekecewaan bagi para penggemar serta musisi.

Situasi ini bermula ketika para penggemar di Irlandia, yang telah menanti-nantikan konser band idola mereka, mendapati kabar buruk mengenai pembatalan. Awalnya, DEADSQUAD dijadwalkan tampil di Dublin pada 15 Maret, diikuti oleh Jasad dan Kaluman di lokasi yang sama pada 16 Maret. Namun, tak lama berselang, promotor bernama “Metal United” yang bertanggung jawab atas acara tersebut dilaporkan menghilang tanpa jejak.

Menyikapi situasi yang tidak mengenakkan ini, para penggemar di Irlandia yang tergabung dalam komunitas metal setempat tidak tinggal diam. Mereka berinisiatif untuk menggalang dana guna menutupi kerugian yang dialami oleh DEADSQUAD, Jasad, dan Kaluman. Penggalangan dana ini menjadi bukti solidaritas dan kecintaan penggemar terhadap musik metal Indonesia.

Menurut keterangan yang dibagikan oleh DEADSQUAD melalui akun Instagram mereka, @deadsquad_official, pada 17 Maret 2024, rencana awal adalah mengadakan tur Eropa yang mencakup Irlandia dan Inggris. Namun, masalah muncul ketika promotor yang seharusnya mengurus segala keperluan logistik dan finansial, termasuk visa dan tiket pesawat, justru menghilang. Hal ini menyebabkan para personel band tidak dapat melanjutkan perjalanan mereka ke Eropa.

Dalam unggahannya, DEADSQUAD menjelaskan, “Kami sangat menyesal harus mengumumkan bahwa penampilan kami di Dublin pada 15 Maret, serta penampilan Jasad dan Kaluman pada 16 Maret, telah dibatalkan. Ini disebabkan oleh promotor ‘Metal United’ yang tidak menepati janji dan menghilang tanpa memberikan kabar.”. Band ini juga menyatakan bahwa mereka telah berupaya menghubungi promotor tersebut, namun tidak mendapatkan respons.

Dampak dari pembatalan ini tidak hanya dirasakan oleh para musisi yang kehilangan kesempatan tampil dan potensi pendapatan, tetapi juga oleh para penggemar yang telah membeli tiket dan merencanakan perjalanan untuk menonton konser. Kekecewaan mendalam dirasakan oleh komunitas metal di kedua negara tersebut.

Lebih lanjut, DEADSQUAD menyampaikan bahwa mereka telah mengeluarkan biaya pribadi untuk persiapan tur ini, termasuk pengurusan visa yang ternyata tidak ditindaklanjuti oleh promotor. “Kami sudah mengeluarkan biaya pribadi untuk visa dan persiapan lainnya, namun promotornya menghilang. Kami juga belum menerima pembayaran sepeser pun dari promotor ini,” ungkap DEADSQUAD dalam pernyataan mereka.

Insiden ini menjadi pukulan telak bagi DEADSQUAD, Jasad, dan Kaluman dalam upaya mereka untuk mempromosikan musik metal Indonesia di kancah internasional. Harapannya, kasus serupa tidak terulang di masa mendatang dan ada mekanisme yang lebih kuat untuk melindungi musisi dari praktik promotor yang tidak bertanggung jawab.

Bagikan: Facebook X WhatsApp