Eropa Dilanda Gelombang Panas Maut, Dua Anak di Prancis Meninggal di Dalam Mobil Terparkir

Heni Maulidya

Gelombang panas ekstrem yang melanda Benua Eropa telah memicu kondisi mengkhawatirkan di sejumlah negara, termasuk Prancis dan Spanyol. Di Prancis, tragedi menimpa dua anak yang ditemukan meninggal dunia pada Senin (22/6) di dalam mobil yang terparkir di selatan Kota Carpentras. Pihak berwenang menduga kuat kematian tragis tersebut disebabkan oleh suhu udara yang melonjak drastis akibat gelombang panas yang menyelimuti wilayah tersebut.

Petugas layanan darurat melaporkan kepada AFP bahwa mereka menemukan kedua anak tersebut dalam kondisi henti jantung setelah menerima panggilan darurat sekitar pukul 13:20 waktu setempat. Upaya penyelamatan segera dilakukan, termasuk merawat ibu dari kedua anak tersebut yang kemudian menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang. Kejadian ini menjadi sorotan tajam mengenai dampak mematikan dari cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Gelombang panas yang melanda Eropa kali ini telah menimbulkan berbagai dampak sosial dan ekonomi. Sejumlah acara yang seharusnya berlangsung di luar ruangan terpaksa dibatalkan, sementara layanan transportasi mengalami gangguan signifikan. Banyak sekolah juga terpaksa menutup pintu mereka, dan para pekerja kantor dihimbau untuk bekerja dari rumah guna menghindari paparan panas berlebih. Pemerintah di berbagai negara telah mengeluarkan peringatan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Para ilmuwan secara konsisten mengingatkan bahwa gelombang panas yang berulang dan semakin intens merupakan indikator kuat dari fenomena pemanasan global. Mereka memprediksi bahwa kejadian serupa akan semakin sering terjadi, berlangsung lebih lama, dan memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi di masa mendatang jika langkah mitigasi tidak segera diambil.

Prancis menjadi salah satu negara yang merasakan dampak paling parah. Lebih dari 1.350 sekolah di negara tersebut terpaksa ditutup akibat suhu panas yang tidak tertahankan. Badan Meteorologi Prancis, Meteo-France, mencatat bahwa suhu rata-rata yang tercatat pada bulan Juni ini telah memecahkan rekor tertinggi sebelumnya.

Menurut data sementara yang dirilis Meteo-France, suhu rata-rata pada siang dan malam hari menembus angka 29,2 derajat Celsius. Angka ini melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang dicapai pada 30 Juni 2025. Menanggapi situasi krisis ini, Meteo-France memperluas peringatan tertinggi terkait ancaman gelombang panas ke lebih dari separuh wilayah departemen di Prancis, yang secara langsung memengaruhi sekitar 39 juta penduduk. Situasi darurat ini juga mendorong Perdana Menteri Prancis untuk menjadwalkan pertemuan darurat pada hari yang sama, sebagaimana dikonfirmasi oleh seorang pejabat kepada AFP.

Sementara itu, di Spanyol, gelombang panas ekstrem dilaporkan semakin menggila. Suhu udara mencapai puncaknya pada Senin dengan mencapai 40 derajat Celsius. Pemerintah kota setempat mengambil langkah sigap dengan mendirikan "tempat perlindungan iklim" di balai-balai kota. Fasilitas ini dirancang khusus untuk memberikan perlindungan bagi tunawisma dan individu yang paling rentan terhadap cuaca panas ekstrem. Tempat perlindungan ini menyediakan akses air bersih, makanan, serta fasilitas kebersihan dasar, dan beroperasi mulai siang hari hingga pukul 20:00.

Camilo, seorang tunawisma yang memanfaatkan fasilitas tersebut, mengungkapkan betapa beratnya kondisi yang harus dihadapi. "Sangat berat, benar-benar berat. Bagi seseorang yang tidak terbiasa berada di jalanan, tanpa mandi, tanpa makanan, itu agak sulit. Panas di luar sangat menyengat," tuturnya kepada saluran televisi regional TeleMadrid.

Di pusat wisata selatan Cordoba, yang mencatat suhu 40 derajat Celsius, jalanan praktis terlihat sepi. Penduduk dan turis berusaha melindungi diri dari teriknya matahari dengan menggunakan payung atau mencari cara mendinginkan diri, seperti menikmati es krim. Clarisa Arismendi, seorang dokter berusia 38 tahun asal Meksiko, menggambarkan pengalamannya. "Rasanya mengerikan," katanya kepada AFP. "Cuaca panas saat ini benar-benar… benar-benar, sangat buruk," tambahnya. Situasi ini menyoroti urgensi adaptasi terhadap perubahan iklim dan perlunya langkah-langkah konkret untuk melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem yang semakin mengancam.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All