Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
BERITA

Menteri Israel Desak Serangan Udara Brutal di Gaza, Targetkan 40 Warga Per Malam

Oleh Emanuel August 19, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, baru-baru ini mengeluarkan seruan kontroversial yang menyerukan serangan udara intensif di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya yang tajam, Ben-Gvir mendesak agar dilakukan pembunuhan terhadap 40 warga Palestina setiap malamnya, termasuk mereka yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Seruan ini disampaikan Ben-Gvir melalui akun X (sebelumnya Twitter) pada hari Minggu, 26 Mei 2024. Ia secara eksplisit menyatakan dukungannya untuk meningkatkan intensitas serangan terhadap Gaza, dengan target yang mencakup warga sipil Palestina yang tidak berpartisipasi dalam pertempuran.

Pernyataan Ben-Gvir muncul di tengah eskalasi kekerasan yang terus berlanjut di wilayah tersebut. Ia mengaitkan seruannya dengan kebutuhan untuk memberikan tekanan militer yang lebih besar kepada Hamas. “Jika tentara membutuhkan 40 teroris untuk dibunuh, maka 40 teroris harus dibunuh,” ujar Ben-Gvir dalam cuitannya, yang kemudian direspons oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Reaksi keras datang dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menegaskan bahwa pernyataan Ben-Gvir tidak mencerminkan kebijakan resmi pemerintah Israel. Netanyahu menyatakan bahwa Israel bertindak sesuai dengan hukum internasional dan berusaha menghindari korban sipil. “Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah Israel,” tegas Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin, 27 Mei 2024.

Netanyahu menambahkan bahwa Israel berupaya untuk tidak membahayakan warga sipil, meskipun ia mengakui bahwa ada korban di pihak Palestina. “Kami bertindak sesuai dengan hukum internasional dan kami berusaha untuk tidak membahayakan warga sipil, meskipun ada korban di pihak kami,” katanya.

Seruan Ben-Gvir memicu kecaman internasional dan kekhawatiran mendalam mengenai potensi pelanggaran hukum humaniter internasional. Kelompok hak asasi manusia dan berbagai negara telah menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mematuhi prinsip-prinsip perang yang adil.

Bagikan: Facebook X WhatsApp