Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
DUNIA

Mahasiswa Hukum India Tolak Kehadiran Ketua Mahkamah Agung di Acara Wisuda

Oleh Rini Widiyarti August 18, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Mahasiswa dari dua universitas hukum terkemuka di India menyatakan penolakan mereka terhadap kehadiran Ketua Mahkamah Agung India, Hakim Surya Kant, dalam upacara wisuda mereka. Keputusan ini muncul sebagai bentuk protes terhadap serangkaian isu yang mereka angkat, yang berujung pada boikot terhadap kehadiran hakim agung tersebut.

Penolakan ini datang dari mahasiswa National Law University (NLU) Delhi dan National Law University (NLU) Jodhpur. Keduanya secara tegas menyampaikan ketidaksetujuan mereka agar Hakim Surya Kant hadir sebagai tamu kehormatan dalam acara kelulusan mereka yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Alasan di balik protes ini sangat mendasar, yakni terkait dengan penanganan kasus-kasus penting yang melibatkan para mahasiswa dan civitas akademika.

Sumber terpercaya mengungkapkan bahwa inti dari keberatan mahasiswa NLU Delhi berkaitan dengan dugaan adanya campur tangan dalam proses rekrutmen dosen di universitas tersebut. Mahasiswa menuding adanya intervensi yang tidak semestinya, yang berpotensi merusak independensi akademik dan integritas institusi. Kekhawatiran ini semakin menguat mengingat posisi Hakim Surya Kant yang memiliki wewenang besar dalam sistem peradilan India.

Sementara itu, di NLU Jodhpur, protes mahasiswa dipicu oleh penolakan permohonan banding yang diajukan oleh beberapa mahasiswa terkait dengan keputusan akademis. Mahasiswa merasa bahwa proses banding tersebut tidak berjalan adil dan keputusan yang diambil tidak mencerminkan pertimbangan yang objektif. Mereka menganggap kehadiran Hakim Surya Kant dalam momen kelulusan mereka akan menjadi simbol yang tidak tepat, mengingat pengalaman negatif yang telah mereka rasakan.

Menanggapi situasi ini, pihak universitas dilaporkan sedang melakukan upaya komunikasi dan mediasi untuk mencari solusi terbaik. Namun, hingga berita ini diturunkan, sikap tegas mahasiswa belum menunjukkan tanda-tanda perubahan. Mereka berpegang pada tuntutan agar isu-isu yang mereka sampaikan mendapat perhatian serius sebelum kehadiran tamu kehormatan dipertimbangkan kembali.

“Kami tidak ingin upacara kelulusan kami ternodai oleh kehadiran sosok yang kami yakini telah membuat keputusan yang merugikan kami dan institusi kami,” ujar salah seorang perwakilan mahasiswa yang enggan disebutkan namanya, mencerminkan sentimen umum di kalangan mahasiswa yang berpartisipasi dalam aksi protes ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp