Bagnaia Akui Perlu ‘Melepas’ Demi Kejar Pesaing di MotoGP Brno, Fokus Tingkatkan Konsistensi

Wibowo

Francesco Bagnaia, pembalap Ducati Lenovo, berhasil mengamankan podium ketiga dalam balapan utama MotoGP Ceko di Sirkuit Brno, Minggu (11/8/2026). Meskipun meraih hasil podium keempat kalinya secara beruntun, Bagnaia mengakui adanya perjuangan untuk mempertahankan posisinya di lintasan. Ia sempat memimpin jalannya lomba, namun posisinya disalip oleh rekan setimnya, Marc Marquez, dan pembalap pole position, Ai Ogura, dengan enam lap tersisa. Bagnaia kemudian harus berjuang keras menahan gempuran Fabio di Giannantonio yang tampil agresif di lap-lap akhir demi mempertahankan posisi ketiga.

"Saya senang, kami terus menunjukkan peningkatan. Kami semakin mendekati kecepatan terdepan," ujar Bagnaia usai balapan. "Hari ini, kami hanya kehilangan ritme di lima hingga enam lap terakhir. Saya tahu Marc dan Ai, serta Diggia, memiliki kecepatan yang lebih baik. Sepanjang akhir pekan, saya merasa tertinggal satu hingga dua persepuluh detik."

Bagnaia sempat mencoba mengontrol jalannya balapan di awal dengan memanfaatkan keunggulan yang dimilikinya. Ia mengaku cukup percaya diri hingga lap ke-16. Namun, masalah mulai muncul ketika ia merasakan sensasi yang berbeda pada ban belakang motornya, yang terasa lebih "mengambang" dibandingkan dengan kendala chatter yang dialaminya pada sesi sebelumnya.

"Awalnya terasa lebih baik saat memimpin, tetapi ketika Marc menyalip saya, saya mulai kesulitan dengan ban depan. Saat itulah saya merasa perlu untuk membiarkan mereka menjauh," jelas Bagnaia. "Ketika jarak kami terpaut satu hingga 1,2 detik, saya mencoba kembali mendorong, dan kecepatan saya cukup baik, namun belum cukup untuk mengamankan posisi lebih tinggi. Ini hanya cukup untuk finis di podium."

Pada lap-lap penutup, Bagnaia fokus untuk menjaga presisi dan menyelesaikan balapan dengan baik. Ia mengidentifikasi konsumsi ban depan sebagai kendala utama yang perlu dievaluasi. "Hari ini, saya sangat kesulitan dengan konsumsi ban depan. Kami akan memeriksa semuanya dan mencoba mencari solusi untuk seri berikutnya di Assen," tambahnya.

Performa Bagnaia di Brno menunjukkan progres positif dibandingkan musim sebelumnya. Namun, ia merasa belum sepenuhnya bisa mengendarai motor GP26 secara naluriah. "Saya merasa terlalu banyak berpikir saat mengendarai motor. Ketika Anda terlalu banyak berpikir, biasanya Anda kehilangan sesuatu. Ketika Anda bisa berkendara secara alami, segalanya menjadi lebih mudah," tuturnya.

Menurut Bagnaia, ini adalah bagian dari proses adaptasi dan peningkatan kepercayaan diri. "Tahun lalu, saya kehilangan banyak kepercayaan diri. Saya perlu membangun kecepatan kembali, dan saya pikir ini adalah sesuatu yang terus kami tingkatkan," katanya. Ia juga mengakui kerja keras tim dan kolaborasi dengan Marc Marquez dalam menganalisis data. "Kami bekerja dengan baik. Mungkin hari ini kami tidak membuat pilihan setelan yang tepat, tetapi itu cukup untuk memahami cara kerja yang berbeda. Marc melakukan pekerjaan luar biasa sepanjang akhir pekan. Kami semakin dekat juga karena kami banyak mendorong dengan melihat data."

Menariknya, Bagnaia juga menyebutkan bahwa timnya semakin mendekati performa Aprilia, yang menurutnya justru mengalami kesulitan lebih di seri Brno kali ini. "Kami semakin mendekati Aprilia, yang akhir pekan ini sedikit kesulitan dibandingkan kami," ungkap Bagnaia.

Meskipun demikian, Bagnaia masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP 2026. Namun, dengan tambahan poin dari Brno, ia kini memangkas jarak menjadi 53 poin dari pemuncak klasemen sementara, Marco Bezzecchi dari tim Aprilia Racing, yang absen di seri Ceko tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa persaingan di papan atas MotoGP semakin ketat dan Bagnaia terus berupaya merangsek naik.

Perjuangan Bagnaia untuk kembali ke performa terbaiknya memang terlihat jelas. Ia terus beradaptasi dengan motor Ducati GP26, mencari keseimbangan antara kecepatan dan konsistensi. Dukungan dari tim dan kemampuannya untuk menganalisis data menjadi kunci penting dalam proses peningkatannya. Seri Brno menjadi bukti bahwa Bagnaia terus berjuang dan semakin dekat untuk meraih kemenangan, meskipun tantangan di setiap balapan tetap ada. Perhatian kini tertuju pada bagaimana Bagnaia dan timnya akan memanfaatkan pelajaran dari Brno untuk tampil lebih kuat di seri-seri berikutnya.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All