Hubungan harmonis antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo kembali disorot pasca peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia di Istana Kepresidenan pada Kamis (17/8/2023). Momen keduanya duduk berdampingan menuai berbagai tafsir, namun Partai Gerindra menegaskan bahwa hal tersebut mencerminkan kedekatan yang terjalin.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, secara gamblang menyatakan bahwa duduknya Prabowo di samping Presiden Jokowi bukanlah suatu kebetulan. “Ya, itu menunjukkan kedekatan dan hubungan kerja yang sangat baik antara Pak Prabowo dengan Pak Presiden,” ujar Habiburokhman pada Kamis (17/8/2023) malam.
Habiburokhman menambahkan, kebersamaan tersebut merupakan bukti nyata terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang intensif antara kedua tokoh negara. “Selama ini kan memang Pak Prabowo dan Pak Presiden terus berkomunikasi dan berkoordinasi, jadi ini adalah hal yang wajar dan biasa saja,” tambahnya, merujuk pada peran keduanya dalam pemerintahan.
Lebih lanjut, politikus Gerindra ini juga menggarisbawahi bahwa kehadiran Prabowo di samping Jokowi dalam acara kenegaraan seperti HUT RI adalah hal yang lumrah. Ia menyamakan momen tersebut dengan kehadiran menteri lainnya yang juga mendampingi Presiden dalam berbagai kesempatan. “Beliau kan Menteri Pertahanan, jadi memang posisinya di samping Presiden dalam acara-acara kenegaraan seperti itu,” jelas Habiburokhman.
Penegasan ini penting untuk meredam spekulasi yang mungkin muncul di tengah masyarakat mengenai dinamika politik menjelang pemilihan umum. Partai Gerindra ingin menunjukkan bahwa hubungan antara Prabowo dan Jokowi tetap solid, terlepas dari kontestasi politik yang akan datang.
