Beberapa kebiasaan orang tua yang tanpa disadari dapat memupuk rasa minder pada anak ternyata kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini dapat mengikis kepercayaan diri anak sejak dini, memengaruhi perkembangan psikologis mereka.
Menurut psikolog anak Rosdiana Sijabat, M.Psi., ada beberapa pola asuh yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah kecenderungan orang tua untuk selalu membanding-bandingkan anak dengan orang lain. “Anak itu unik, jangan dibandingkan dengan teman atau kakaknya,” tegas Rosdiana dalam sesi webinar “Panduan Mengasuh Anak di Era Digital” pada Rabu (21/9/2022).
Perbandingan yang sering dilontarkan, seperti “Kenapa kamu tidak bisa seperti temanmu?” atau “Kakakmu dulu lebih pintar darimu,” dapat membuat anak merasa tidak berharga dan selalu kurang. Hal ini secara perlahan akan membentuk citra diri yang negatif.
Kebiasaan lain yang perlu dihindari adalah terlalu kritis dan sering menyalahkan anak. Ketika anak melakukan kesalahan, respons yang berlebihan dan penuh kritik justru akan membuat mereka takut mencoba hal baru. Rosdiana mengingatkan, “Saat anak salah, jangan dibiarkan berlarut-larut tapi jangan juga dibiarkan dia merasa tidak berharga.” Fokus pada solusi dan pembelajaran, bukan pada kesalahan itu sendiri, adalah kunci.
Selain itu, orang tua yang cenderung terlalu melindungi atau ‘overprotective’ juga berisiko membuat anak menjadi pribadi yang ragu-ragu. Ketika anak tidak diberi kesempatan untuk menghadapi tantangan dan menyelesaikan masalahnya sendiri, mereka tidak akan pernah belajar untuk mandiri dan percaya pada kemampuan diri.
Rosdiana juga menyoroti pentingnya memberikan apresiasi. Anak yang jarang mendapatkan pujian atau pengakuan atas usaha sekecil apapun, cenderung akan merasa usahanya tidak berarti. “Anak perlu dihargai sekecil apapun usahanya,” ujarnya.
Kebiasaan lain yang merusak rasa percaya diri adalah ketika orang tua sering mengabaikan atau meremehkan pendapat anak. Dengan menganggap pendapat anak tidak penting, orang tua secara tidak langsung mengajarkan anak bahwa suara mereka tidak memiliki nilai. Hal ini dapat membuat anak enggan mengemukakan pendapat di kemudian hari.
Terakhir, terlalu banyak menuntut tanpa mempertimbangkan kemampuan anak juga bisa menjadi bumerang. Ekspektasi yang tidak realistis dan tekanan yang terus-menerus dapat menimbulkan stres dan rasa gagal yang berkepanjangan pada anak, yang pada akhirnya akan mengikis rasa percaya diri mereka.
