Federasi Motor Internasional (FIM) melalui Komisi Grand Prix MotoGP telah mengambil langkah signifikan demi meningkatkan aspek keselamatan balap, terutama di tikungan pertama yang kerap menjadi titik rawan insiden. Keputusan krusial ini mencakup larangan penggunaan perangkat holeshot depan yang berlaku efektif mulai seri Belanda di Assen akhir pekan ini. Perubahan ini menyusul insiden yang terjadi di Catalunya dan Balaton Park, yang mendorong federasi untuk bertindak lebih cepat dari jadwal semula.
Perangkat holeshot depan, yang berfungsi menurunkan bagian depan motor saat start untuk meningkatkan akselerasi dan menekan wheelie, awalnya dijadwalkan akan dilarang bersama dengan perangkat serupa di bagian belakang pada akhir musim ini. Namun, urgensi keselamatan membuat larangan perangkat depan diberlakukan lebih awal. Meskipun perangkat itu sendiri bukan penyebab langsung kecelakaan, mekanismenya yang mengharuskan pengereman keras untuk melepaskannya dapat membahayakan pembalap lain yang berada tepat di belakangnya. Untuk menguji dampak dari perubahan ini, para pembalap MotoGP telah berlatih melakukan start tanpa perangkat depan pada seri Brno akhir pekan lalu, di mana opini mengenai apakah ini benar-benar lebih aman terbelah di antara para pebalap.
Selain larangan perangkat holeshot depan, MotoGP juga akan melakukan penyesuaian pada tata letak grid start mulai seri Jerman pada pertengahan Juli. Format susunan pembalap per baris, yakni tiga pembalap per baris (format 3×3), akan tetap dipertahankan untuk semua kelas, menolak adopsi format 2×2 ala Formula 1. Namun, jarak antar baris akan diperlebar secara signifikan. Peningkatan jarak vertikal antar baris dari tiga meter menjadi empat meter, yang berarti jarak antar baris pembalap akan bertambah dari sembilan meter menjadi dua belas meter. Langkah ini juga dirancang untuk meningkatkan keselamatan di tikungan pertama, memberikan lebih banyak ruang bagi para pembalap untuk bermanuver setelah lampu start padam.
Implikasi dari penambahan jarak antar baris ini diperkirakan akan membuat sesi kualifikasi menjadi semakin krusial. Posisi start yang lebih baik akan semakin menentukan peluang pembalap untuk meraih hasil optimal, mengingat potensi terjadinya kerumunan di tikungan pertama akan berkurang, namun persaingan untuk mendapatkan posisi terdepan justru akan semakin ketat.
Perubahan regulasi penting lainnya yang akan berlaku mulai musim 2028 adalah pembatasan jumlah motor per pabrikan di lintasan. Mulai tahun tersebut, setiap pabrikan hanya diizinkan untuk memasok maksimal enam unit motor dalam kelas MotoGP. Aturan ini akan berlaku dengan syarat minimal lima pabrikan masih berkompetisi dalam kejuaraan. Saat ini, Ducati menjadi satu-satunya pabrikan yang memiliki enam motor yang berlaga di lintasan, yang menunjukkan dominasi mereka dalam hal dukungan tim satelit. Pembatasan ini bertujuan untuk menyeimbangkan persaingan dan mencegah dominasi berlebihan dari satu pabrikan.
Pernyataan resmi dari MotoGP mengonfirmasi ketiga perubahan krusial ini. "Perangkat Ride Height Depan dihilangkan – kelas MotoGP – berlaku mulai Grand Prix Belanda," demikian bunyi salah satu poin pernyataan. "Perangkat Ride Height Depan – yang dikenal sebagai perangkat holeshot – akan dihilangkan dari semua motor MotoGP mulai Grand Prix Belanda dan seterusnya. Ini menyusul konsultasi dengan semua tim MotoGP dan setelah pembalap memiliki kesempatan untuk menguji start mereka dalam sesi latihan start tambahan."
Selanjutnya, mengenai penyesuaian grid, "Tata Letak Grid Disesuaikan – semua kelas – berlaku mulai Grand Prix Jerman. Untuk lebih meningkatkan keselamatan pada start balapan, tata letak grid standar untuk semua kelas akan disesuaikan mulai Grand Prix Jerman 2026 dan seterusnya. Jarak vertikal saat ini antar baris pembalap adalah tiga meter dan akan ditingkatkan menjadi empat meter, memperluas jarak antara setiap baris tiga pembalap dari sembilan menjadi dua belas meter. Tiga pembalap akan tetap berada di setiap baris."
Terakhir, mengenai batasan motor per pabrikan, "Enam Sepeda Motor di Grid per Pabrikan – kelas MotoGP – berlaku musim 2028. Mulai tahun 2028, akan ada batas maksimum enam pembalap yang diizinkan menggunakan mesin dari pabrikan yang sama di MotoGP, yang secara efektif berarti pabrikan hanya akan dapat memasok maksimum dua tim selain tim mereka sendiri. Ini dengan syarat bahwa setidaknya ada lima pabrikan yang berkompetisi di Kejuaraan pada saat itu."
Keputusan ini mencerminkan upaya berkelanjutan MotoGP untuk menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan keselamatan pembalap. Seiring dengan perkembangan motor yang semakin cepat dan kompleks, komisi balap terus mengevaluasi dan menyesuaikan regulasi untuk memastikan balapan tetap kompetitif namun aman bagi semua partisipan. Dampak dari perubahan ini terhadap dinamika balapan dan strategi tim akan menjadi salah satu fokus utama yang patut dinantikan di seri-seri mendatang.











