Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya tidak terpengaruh oleh gelombang kritik terkait pernyataannya mengenai penugasan kapal induk USS Abraham Lincoln. Sementara itu, Iran dengan tegas membantah klaim Trump terkait insiden di Selat Hormuz, menambah panasnya tensi regional.
Kontroversi ini bermula ketika Trump meremehkan signifikansi dari penugasan jangka panjang kapal induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah. Pernyataan tersebut menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS yang merasa Trump mengabaikan ancaman yang dihadapi.
Menanggapi pernyataan Trump yang mengaitkan Iran dengan insiden terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, Teheran memberikan bantahan yang keras. Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicaranya Abbas Mousavi menyatakan, “Klaim Amerika Serikat tidak memiliki dasar dan tidak benar.” Mousavi menambahkan, “Kami tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam insiden tersebut.”
Trump sebelumnya mengklaim bahwa penempatan USS Abraham Lincoln adalah untuk “mengirim pesan yang jelas” kepada Iran, menyusul dugaan serangan terhadap beberapa kapal tanker di dekat Selat Hormuz. Namun, Iran secara konsisten menyangkal keterlibatan dalam insiden tersebut.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei 2018 dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang ketat. Insiden di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk minyak mentah global, semakin memperburuk situasi dan menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan tersebut.
