Saturday, 15 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Indonesia Pasok 1.000 Ton Beras Premium ke Sarawak, Penuhi Kebutuhan 200 Ribu Ton

Oleh Yohanes August 15, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebanyak 1.000 ton beras premium asal Indonesia telah diberangkatkan sebagai pengiriman perdana menuju Sarawak, Malaysia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan beras di wilayah tersebut yang diperkirakan mencapai 200.000 ton.

Pengiriman perdana ini merupakan wujud nyata kerja sama bilateral antara Indonesia dan Malaysia dalam memenuhi kebutuhan pangan. Beras premium yang dikirimkan merupakan hasil produksi dalam negeri yang telah teruji kualitasnya.

Kebutuhan 200.000 ton beras oleh Sarawak menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk pertaniannya. Perum Bulog, sebagai salah satu badan usaha milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan, memegang peranan penting dalam proses pengiriman ini.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, dalam pernyataannya menegaskan komitmen Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan negara sahabat. Ia menyatakan, “Kita optimistis bisa memenuhi kebutuhan Sarawak, karena Indonesia memiliki stok beras yang cukup.” Pernyataan ini disampaikan saat acara pelepasan ekspor beras di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada hari Minggu, 28 Mei 2023.

Lebih lanjut, Arief menekankan bahwa pengiriman beras ini dilakukan setelah melakukan berbagai kajian mendalam. “Ini bukan hanya soal ekspor, tapi bagaimana kita bisa bersinergi untuk ketahanan pangan global. Kita juga sudah lakukan kajian, dan memang Sarawak membutuhkan 200.000 ton,” jelasnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero) turut ambil bagian dalam upaya ini. Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai jenis pupuk untuk mendukung peningkatan produksi beras di dalam negeri. “Kita siap mendukung penuh untuk peningkatan produksi beras kita,” ujar Rahmad.

Selain beras, Indonesia juga berencana untuk mengekspor produk pertanian lainnya ke Malaysia, seperti jagung dan komoditas lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi antar kedua negara dan sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di kawasan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp