Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Rosan P. Roeslani, memberikan keterangan mendalam mengenai Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Pertemuan ini menjadi sorotan karena memaparkan proyeksi ekonomi dan kebijakan fiskal yang akan dijalankan beberapa tahun mendatang.
Dalam paparannya, Airlangga Hartarto menggarisbawahi pentingnya menjaga kesinambungan fiskal di tengah berbagai tantangan global. Ia menekankan bahwa RAPBN 2027 dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta memastikan stabilitas makroekonomi.
Sementara itu, Sri Mulyani Indrawati merinci angka-angka kunci dalam RAPBN 2027. Ia menjelaskan bahwa proyeksi pendapatan negara pada tahun tersebut ditargetkan mencapai sejumlah tertentu, yang akan digunakan untuk membiayai berbagai program prioritas nasional. “Kita optimis dapat mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan melalui pengelolaan penerimaan negara yang prudent dan efisien,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers yang berlangsung pada tanggal tertentu.
Lebih lanjut, Sri Mulyani juga memaparkan alokasi belanja negara yang akan difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, sumber daya manusia, dan hilirisasi industri. Belanja ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi Indonesia.
Rosan P. Roeslani, yang juga turut memberikan pandangannya, menyambut baik kerangka RAPBN 2027. Ia menyatakan bahwa dunia usaha, melalui KADIN, siap mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Kami melihat adanya sinyal positif dalam RAPBN 2027 yang dapat mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja,” kata Rosan. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan target-target ekonomi yang ambisius.
Dalam keterangan terpisah, Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, turut memberikan analisis mengenai implikasi kebijakan fiskal dalam RAPBN 2027 terhadap perekonomian nasional. Ia menjelaskan bahwa defisit anggaran diproyeksikan akan berada pada rentang yang terkendali, mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga kesehatan fiskal jangka panjang.
Seluruh keterangan yang disampaikan oleh ketiga tokoh kunci ini memberikan gambaran komprehensif mengenai arah kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia menuju tahun 2027, dengan fokus pada pertumbuhan yang stabil, inklusif, dan berkelanjutan.
