Friday, 14 August 2026
BREAKING
DUNIA

Kapal Induk USS Lincoln Dihujani Kritik Senator AS Akibat Lamanya Berlayar

Oleh Heni Maulidya August 14, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Anggota Senat Amerika Serikat melayangkan kritik tajam kepada Menteri Pertahanan AS terkait kondisi terkini kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal perang tersebut dilaporkan telah berlayar selama lebih dari 250 hari, memicu kekhawatiran mendalam mengenai daya tahan dan kesiapan operasionalnya.

Kritik ini disampaikan melalui surat resmi yang dikirimkan oleh Senator Richard Blumenthal. Surat tersebut ditujukan kepada tokoh-tokoh penting di Departemen Pertahanan, yaitu Hegseth dan Hung Cao. Inti dari surat tersebut adalah mempertanyakan nasib dan kondisi kapal induk legendaris yang telah mengabdi dalam misi pelayaran yang sangat panjang.

Senator Blumenthal secara spesifik menyoroti durasi pelayaran USS Abraham Lincoln yang dinilai sudah melampaui batas kewajaran. Berlayar nonstop selama lebih dari 250 hari tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelelahan material kapal, kesejahteraan kru, serta efektivitas operasionalnya dalam jangka panjang. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat kapal induk merupakan aset strategis yang krusial bagi pertahanan AS.

Dalam suratnya, Senator Blumenthal mendesak agar ada penjelasan dan tindakan konkret dari pihak Departemen Pertahanan. Ia ingin mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya dari USS Abraham Lincoln setelah beroperasi dalam waktu yang sangat lama. Pertanyaan mendasar yang diajukan adalah apakah kapal tersebut masih mampu menjalankan tugasnya secara optimal dan aman bagi para awaknya. Selain itu, ia juga ingin mengetahui rencana mitigasi atau perbaikan yang akan dilakukan untuk mengatasi potensi masalah yang timbul akibat pelayaran yang berkepanjangan ini.

Kritik dari Senator Blumenthal ini menggarisbawahi pentingnya perawatan dan rotasi armada kapal perang secara berkala. Lamanya penugasan sebuah kapal induk dapat berimplikasi pada berbagai aspek, mulai dari keausan komponen, kebutuhan perawatan intensif, hingga dampak psikologis dan fisik terhadap personel yang bertugas. Pernyataan ini diharapkan dapat mendorong evaluasi yang lebih mendalam terhadap manajemen armada Angkatan Laut AS dan memastikan bahwa aset-aset vital negara tetap dalam kondisi prima.

Bagikan: Facebook X WhatsApp