Pengguna Microsoft Edge bersiap menghadapi perubahan besar: dukungan untuk ekstensi pemblokir iklan (ad blocker) versi lama akan segera dihentikan. Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan menonaktifkan ekstensi berbasis Manifest V2 (MV2) secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang. Dukungan penuh untuk ekstensi lama ini akan berakhir pada akhir tahun 2026, sementara untuk pengguna enterprise dijadwalkan selesai pada awal 2027.
Langkah ini sejalan dengan keputusan Google Chrome yang juga beralih ke platform ekstensi Manifest V3 (MV3). Mengingat Edge dibangun di atas mesin Chromium milik Google, perubahan ini sebenarnya tidak mengejutkan. Namun, dampaknya terasa bagi pengguna yang sangat bergantung pada ad blocker versi lama.
Microsoft melaporkan bahwa sekitar 95% ekstensi MV2 di Edge telah beralih ke MV3. Saat ini, hanya tersisa kurang dari 60 ekstensi MV2 di toko Edge Add-on. Salah satu yang terdampak adalah uBlock Origin. Meskipun versi MV3-nya, uBlock Origin Lite, sudah tersedia, kemampuannya tidak sekuat versi sebelumnya karena hanya menyembunyikan konten alih-alih mencegahnya dimuat.
Alternatif lain seperti AdBlock, AdBlock Plus, dan AdGuard kini juga telah memiliki versi MV3 untuk Edge. Namun, ekstensi-ekstensi ini pun tidak dapat sepenuhnya menggantikan fungsi uBlock Origin karena adanya batasan dalam cara MV3 memfilter konten.
Bagi pengguna yang ingin tetap menikmati pengalaman bebas iklan tanpa kompromi, beralih ke peramban lain bisa menjadi solusi. Peramban yang tidak berbasis Chromium menawarkan pilihan yang lebih luas untuk mempertahankan fitur pemblokiran iklan yang sudah ada. Firefox, misalnya, yang menggunakan mesin Gecko sendiri, masih mendukung ekstensi ad blocker lama termasuk uBlock Origin.
Selain itu, DuckDuckGo dan Brave hadir dengan kemampuan pemblokiran iklan yang sudah terpasang secara bawaan. Perlu dicatat bahwa Opera, meskipun berbasis Chromium, menyatakan akan tetap mendukung MV2 untuk saat ini. Namun, tidak menutup kemungkinan dukungan tersebut juga akan berakhir di masa mendatang.
