Kabar mengejutkan datang dari kubu tim bulu tangkis putra India jelang pertandingan semifinal Thomas Cup yang krusial melawan Prancis, Sabtu (2 Mei 2026). Bintang muda andalan India, Lakshya Sen, dipastikan absen dari laga penting tersebut akibat cedera yang dialaminya. Keputusan ini sontak menjadi pukulan berat bagi India yang berambisi melaju ke partai puncak turnamen beregu putra paling bergengsi di dunia ini.
Sebelumnya, Sen telah menunjukkan performa gemilang yang menjadi motor penggerak bagi tim putra India untuk menembus babak semifinal. Dengan semangat juang dan ketahanan yang luar biasa, ia berhasil mengantarkan timnya menduduki peringkat kedua di Grup A, di bawah tim kuat Tiongkok. Meski kalah dalam pertandingan melawan juara bertahan tersebut dengan skor 2-3, di mana Sen takluk dari Li Shifeng dalam tiga gim (19-21, 21-8, 12-21), India tetap berhasil mengamankan tiket ke fase gugur.
Puncak penampilan Sen yang memukau terjadi pada babak perempat final, Rabu (1 Mei 2026), saat India berhadapan dengan Chinese Taipei. Bertindak sebagai partai pembuka tunggal putra, Sen yang kini menduduki peringkat ke-11 dunia berhadapan dengan pemain veteran Chou Tien-chen yang berada di peringkat ke-6 dunia. Pertandingan ini berlangsung sengit, dengan Chou berhasil memenangkan gim pertama 21-18 dan nyaris memetik kemenangan di gim kedua dengan keunggulan 18-20, hanya berjarak dua poin dari kemenangan. Namun, Sen menunjukkan mental juara yang luar biasa. Ia berhasil bangkit dari tekanan, menyelamatkan kedua poin krusial tersebut, dan membalikkan keadaan dengan meraih empat poin beruntun untuk mengunci gim kedua dengan skor 22-20. Dominasinya berlanjut di gim penentuan, di mana ia tampil memukau dengan smes-smes tajam dan penempatan bola yang akurat, akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 21-17.
Namun, di balik kemenangan dramatis tersebut, tersembunyi risiko cedera yang harus dibayar Sen. Badminton Association of India (BAI) mengonfirmasi bahwa Sen mengalami benturan pada bagian sikunya saat pertandingan perempat final yang penuh dengan upaya penyelamatan bola dramatis. Benturan tersebut rupanya cukup serius sehingga memaksanya harus menepi dari lapangan hijau.
Keputusan untuk mengistirahatkan Sen diambil setelah evaluasi mendalam oleh tim medis tim India. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan untuk memastikan Sen mendapatkan waktu pemulihan yang memadai. Harapannya, dengan istirahat yang cukup, Sen dapat kembali dalam kondisi prima untuk memperkuat India di partai final, apabila tim Garuda berhasil melangkah lebih jauh.
Sanjay Mishra, Sekretaris Kehormatan Jenderal BAI, dalam rilis persnya menyatakan, "Dia saat ini berada di bawah pengawasan medis yang ketat dan menerima semua dukungan yang diperlukan. Tim tetap percaya diri dan optimis terhadap kesembuhannya yang cepat dan kembalinya ke performa puncak." Pernyataan ini diharapkan dapat menenangkan para penggemar bulu tangkis India yang cemas.
Absennya Lakshya Sen tentu menjadi tantangan besar bagi India dalam menghadapi Prancis di semifinal Thomas Cup. Sen selama ini dikenal sebagai salah satu pilar utama di sektor tunggal putra India, dengan kemampuannya yang konsisten dalam memberikan poin kemenangan. Tanpa kehadirannya, India harus mencari alternatif lain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan, yang kemungkinan besar akan membebani pemain tunggal lainnya.
Thomas Cup sendiri merupakan turnamen yang sangat penting bagi India. Pencapaian tim putra India hingga babak semifinal ini merupakan bukti perkembangan pesat bulu tangkis India dalam beberapa tahun terakhir. Performa gemilang para pemain muda, termasuk Lakshya Sen, telah membangkitkan optimisme tinggi di kalangan pecinta bulu tangkis Tanah Air.
Kekecewaan atas absennya Sen tentu dirasakan oleh seluruh tim dan para pendukung. Namun, semangat kompetisi dan optimisme tetap harus dijaga. Tim India kini dituntut untuk menunjukkan kedalaman skuad dan kekompakan tim untuk bisa mengatasi absennya salah satu pemain kuncinya. Pertandingan melawan Prancis akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kekuatan mental dan taktik tim India.
Sejarah mencatat bahwa India pernah meraih gelar juara Thomas Cup pada tahun 1979. Sejak saat itu, pencapaian terbaik tim putra India adalah mencapai babak perempat final. Dengan generasi pemain yang kini menunjukkan performa menjanjikan, harapan untuk kembali mengulang kejayaan di masa lalu semakin terbuka lebar. Namun, jalan menuju tangga juara tentu tidak akan mudah, dan setiap pertandingan harus dilalui dengan perjuangan maksimal.
Absennya Lakshya Sen menjadi pengingat bahwa dalam olahraga, terutama bulu tangkis yang membutuhkan fisik prima dan kelincahan tinggi, cedera selalu menjadi ancaman yang tak terduga. Pengelolaan kebugaran pemain dan pencegahan cedera menjadi aspek krusial bagi setiap tim yang ingin meraih kesuksesan di ajang bergengsi seperti Thomas Cup. Kita semua berharap Lakshya Sen segera pulih dan dapat kembali beraksi di lapangan dengan performa terbaiknya di masa mendatang.











