Kiprah impresif Marc Marquez di awal musim MotoGP 2026 terus memantik kekhawatiran tim rival, termasuk Aprilia Racing. Keberhasilan Marquez meraih kemenangan ketiganya dalam empat seri terakhir di Sirkuit Brno, Minggu (23/6/2026), menegaskan posisinya sebagai salah satu penantang serius gelar juara dunia. Peningkatan performa Marquez ini menjadi perhatian serius bagi pabrikan Italia tersebut, yang mengakui telah merasa waspada sejak seri perdana.
Situasi Marc Marquez memang menunjukkan tren positif yang signifikan. Setelah sempat tertinggal 102 poin dari pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, pasca seri Mugello di mana ia kembali berlaga setelah operasi bahu, Marquez berhasil membalikkan keadaan. Ia meraih kemenangan ganda di Balaton Park, diikuti posisi ketiga di Sprint Race Brno, dan puncaknya adalah kemenangan di Grand Prix Republik Ceko.
Sementara itu, performa Marco Bezzecchi justru mengalami penurunan drastis sejak kemenangan emosionalnya di kandang sendiri, Italia. Bezzecchi hanya mampu mengumpulkan tujuh poin dari kemungkinan 74 poin dalam beberapa seri terakhir. Rangkaian hasil buruk ini termasuk insiden saat ia ditabrak rekan setimnya, Jorge Martin, di awal Grand Prix Hungaria, terjatuh di Sprint Race pada Sabtu, dan bahkan larangan tampil di Grand Prix Ceko akibat menyenggol marshal pasca insiden tersebut.
Akibatnya, Marc Marquez kini merangsek naik ke posisi keempat klasemen sementara, terpaut 40 poin dari Bezzecchi. Dengan masih tersisa 13 seri balapan, perebutan gelar juara dunia diprediksi akan semakin sengit.
Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing, tidak menampik kekhawatiran timnya terhadap ancaman Marquez. Ia menyatakan bahwa Aprilia telah memantau Marquez sejak seri pertama. "Sejujurnya, kami sudah khawatir dengan Marc Marquez sejak balapan pertama," ujar Rivola saat ditanya mengenai ancaman yang ditimbulkan oleh Marquez.
Rivola menambahkan, "Menurut saya, Marc adalah ancaman nyata, dan Ducati juga melakukan pekerjaan yang luar biasa. Selamat untuk mereka. Kami perlu fokus memperbaiki beberapa balapan terakhir kami, dan kemudian kami bisa kembali kompetitif, seperti yang ditunjukkan Ogura akhir pekan ini."
Performa solid yang ditunjukkan oleh Ai Ogura di Brno menjadi sorotan tersendiri bagi Aprilia. Pembalap tim Trackhouse Aprilia ini berhasil mengamankan pole position pertamanya di kelas MotoGP dan finis kedua di kedua sesi balapan, hanya terpaut 0,4 detik dari Marquez di garis finis Grand Prix.
"Saya sangat senang untuk Ai Ogura," puji Rivola. "Saya rasa dia pantas mendapatkannya. Saya sangat senang melihatnya meraih pole position. Saya berharap dia bisa menang. Saya pikir dia pantas mendapatkannya, tetapi Marc adalah Marc."
Rivola juga menyoroti potensi persaingan yang lebih ketat di masa mendatang. "Saya rasa akan ada lebih banyak balapan yang menantang dengan Ai, mungkin juga dengan Jorge dan Marco bersama-sama. Jadi, bagus untuk memiliki banyak pembalap Aprilia yang kompetitif," katanya.
Ia juga menyebutkan peran Raul Fernandez dan kehadiran Savadori yang sempat dipersiapkan sebagai antisipasi jika Fernandez tidak dapat membalap karena masalah usus buntu. "Juga Raul, karena [dia mengalami masalah usus buntu]. Sava ada di sini karena kami mengira Raul tidak akan balapan," ungkap Rivola.
"Jadi, sekali lagi, paketnya kuat, para pembalapnya kuat. Mungkin terkadang terlalu emosional, tetapi itu terserah kami untuk mengelolanya, dan saya juga bertanggung jawab untuk itu," tambah Rivola.
Kini, seluruh perhatian akan tertuju pada seri berikutnya di Sirkuit Assen, Belanda, yang akan dimulai pada Jumat mendatang. Performa Marc Marquez yang konsisten dan kebangkitan Aprilia melalui Ai Ogura, ditambah dengan persaingan internal Ducati, menjanjikan tontonan yang tak kalah seru di sisa musim MotoGP 2026. Dominasi Ducati yang sebelumnya tak terbantahkan kini harus menghadapi tantangan serius dari berbagai arah, termasuk dari pembalap yang telah membuktikan diri sebagai legenda hidup MotoGP.
