Sebuah objek luar angkasa yang dijuluki ‘planet berlian’ baru-baru ini memicu rasa ingin tahu para ilmuwan. Objek misterius ini diperkirakan memiliki komposisi material yang sangat padat, kaya akan unsur karbon, dan memancarkan intensitas cahaya bintang yang luar biasa.
Penemuan ini berawal dari pengamatan teleskop antariksa Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Objek yang diberi nama resmi 55 Cancri e ini berada sekitar 40 tahun cahaya dari Bumi, mengorbit bintangnya dalam jarak yang sangat dekat. Kondisi ini membuat permukaan 55 Cancri e diperkirakan memiliki suhu yang sangat tinggi, bahkan hingga mencapai 2.000 derajat Celsius.
Para peneliti menduga, planet ini memiliki struktur internal yang didominasi oleh karbon. Hal ini diperkuat oleh data spektroskopi yang menunjukkan kelimpahan karbon dan kelangkaan oksigen. Jika komposisi ini benar, maka sebagian besar massa 55 Cancri e bisa jadi terdiri dari berlian.
Salah satu peneliti, Dr. Olivier Mousis dari Universitas Paris-Est Créteil, menjelaskan bahwa pembentukan planet ini sangat dipengaruhi oleh rasio karbon dan oksigen di sekitarnya saat terbentuk. “Rasio karbon terhadap oksigen sangat tinggi di tata surya 55 Cancri,” ujarnya.
Keunikan 55 Cancri e tidak berhenti pada komposisinya. Planet ini juga memiliki intensitas cahaya bintang yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh jaraknya yang sangat dekat dengan bintang induknya, yaitu 55 Cancri. Satu tahun di 55 Cancri e hanya berlangsung selama 18 jam.
Penemuan planet berlian ini membuka lembaran baru dalam pemahaman kita tentang keragaman planet di luar tata surya kita. Studi lebih lanjut mengenai 55 Cancri e diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang proses pembentukan planet dan potensi keberadaan material eksotis di alam semesta.
