Friday, 10 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Perombakan Direksi Pelni: Tantangan Baru Sang Kapten di Lautan Bisnis Maritim

Oleh Rini Widiyarti June 22, 2026 3 weeks lalu 0 komentar

JAKARTA – Perubahan jajaran direksi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni pasca Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis, 18 Juni 2026, memicu sorotan tajam dari berbagai kalangan. Keputusan ini mengganti dua figur penting, Tri Andayani dan Anik Hidayati, dengan wajah-wajah baru yang memegang estafet kepemimpinan. Budi Setyawan Wijaya kini dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama, menggantikan Tri Andayani, sementara Triswahyu Herlina mengambil alih posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko dari Anik Hidayati.

Pergantian ini menimbulkan pertanyaan krusial mengenai arah dan prospek perusahaan pelayaran nasional yang memiliki sejarah panjang ini. Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap keputusan RUPS tersebut. Menurutnya, Pelni akan menghadapi jalan terjal untuk kembali menggapai masa kejayaannya apabila tidak dipimpin oleh sosok yang benar-benar memahami seluk-beluk bisnis maritim.

"Pelni, ketika tidak diawaki dengan sosok yang mengerti bisnis maritim, akan sulit berkembang," ujar Siswanto Rusdi saat dikonfirmasi di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026. Ia menambahkan, "Jadi masa kejayaan Pelni ini sudah redup, tiba-tiba direksi diganti dengan orang yang latar belakangnya tidak tahu bisnis maritim, tambah mau dibawa ke mana, apa terobosan dirut baru?"

Kekhawatiran Siswanto bukan tanpa dasar. PT Pelni sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peran strategis dalam konektivitas maritim Indonesia, melayani berbagai rute pelayaran penumpang dan kapal barang yang vital bagi perekonomian dan distribusi logistik di seluruh nusantara. Keberhasilan perusahaan ini sangat bergantung pada kepemimpinan yang visioner dan memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika industri pelayaran, mulai dari operasional kapal, manajemen armada, hingga strategi bisnis yang adaptif terhadap perubahan global.

Latar belakang Budi Setyawan Wijaya, Direktur Utama baru Pelni, menunjukkan pengalaman yang cukup luas di sektor yang berbeda. Sebelum dipercaya memimpin BUMN pelayaran ini, Budi menjabat sebagai Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS). Ia juga memiliki rekam jejak di industri telekomunikasi, pernah menduduki posisi Komisaris Telkomsigma dari tahun 2023 hingga 2025.

Sebelum itu, Budi juga pernah terlibat dalam struktur strategis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Ia menjabat sebagai Direktur Strategic Portfolio pada periode 2020-2025 dan juga pernah memimpin Streamlining Subsidiaries Transformation Program Leader pada tahun 2020. Pengalaman di sektor aviasi dan telekomunikasi ini tentu memberikan perspektif yang berbeda, namun tantangan di sektor maritim memiliki karakteristik yang unik dan kompleks.

Sejarah PT Pelni sendiri mencatat era keemasan di mana kapal-kapal PELNI menjadi tulang punggung transportasi antar-pulau di Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, perusahaan ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan dengan moda transportasi lain, pengelolaan aset yang terus menua, hingga tuntutan efisiensi dan modernisasi layanan. Di era digital ini, transformasi digital di sektor maritim menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing.

Meskipun demikian, potensi PT Pelni untuk kembali bangkit tetap terbuka lebar. Sektor maritim Indonesia memiliki prospek yang cerah seiring dengan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kebutuhan akan konektivitas yang andal, baik untuk penumpang maupun logistik, akan terus meningkat. Inovasi dalam layanan, efisiensi operasional, dan adaptasi terhadap teknologi baru menjadi prasyarat utama.

Perombakan direksi ini bisa menjadi momentum untuk membawa angin segar bagi PT Pelni. Pertanyaan besarnya adalah, apakah kepemimpinan baru ini mampu menerjemahkan pengalaman dari sektor lain menjadi solusi inovatif untuk tantangan di bisnis maritim? Mampukah mereka merumuskan terobosan yang dapat mengembalikan kejayaan Pelni di tengah persaingan yang semakin ketat dan tuntutan era digital?

Para analis dan pengamat industri maritim akan terus mencermati langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh jajaran direksi baru Pelni. Keberhasilan mereka tidak hanya akan menentukan nasib perusahaan pelat merah ini, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap penguatan konektivitas maritim nasional dan kemajuan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Di tengah berbagai tantangan dan ekspektasi yang mengiringi pergantian pucuk pimpinan ini, PT Pelni dihadapkan pada tugas berat untuk tidak hanya mempertahankan eksistensinya, tetapi juga untuk meraih kembali kejayaan yang pernah diraihnya. Inovasi, efisiensi, dan pemahaman mendalam tentang bisnis maritim akan menjadi kunci sukses di lautan persaingan yang penuh gejolak ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait