Kolombia dilanda gempa bumi dahsyat yang merenggut sedikitnya 180 nyawa dan menyisakan ratusan korban luka. Hingga Selasa, upaya penyelamatan intensif terus dilakukan untuk membebaskan para penyintas yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat guncangan kuat.
Gempa tersebut dilaporkan terjadi pada hari Senin, dengan sejumlah gempa susulan yang terus mengguncang wilayah Kolombia, menambah kekhawatiran dan mempersulit kerja tim SAR. Bangunan-bangunan runtuh dan infrastruktur mengalami kerusakan parah, membuat proses evakuasi dan pencarian korban menjadi sangat menantang.
Tim penyelamat bekerja tanpa lelah, berpacu dengan waktu untuk menemukan dan menyelamatkan siapa pun yang masih hidup di tengah puing-puing. Suara tangisan dan panggilan minta tolong terdengar dari bawah timbunan beton dan baja, mendorong para petugas untuk meningkatkan intensitas pencarian.
Korban jiwa terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya jasad yang berhasil dievakuasi. Angka 180 kematian yang dilaporkan hingga saat ini masih bersifat sementara dan dikhawatirkan akan terus meningkat. Ratusan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan tengah mendapatkan perawatan medis.
Pihak berwenang Kolombia telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk membantu korban terdampak. Bantuan darurat, termasuk tenda, makanan, dan obat-obatan, mulai disalurkan ke wilayah-wilayah yang paling parah dilanda bencana. Namun, skala kerusakan yang masif membuat upaya pemulihan diperkirakan akan memakan waktu lama.
Gempa ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis bagi para penyintas. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada mereka yang kehilangan segalanya dalam bencana alam ini.
