Perilaku cengeng dan penakut pada anak merupakan isu umum yang kerap membuat orang tua khawatir. Berbagai faktor dapat memicu kondisi ini, namun salah satu akar permasalahannya seringkali bersumber dari pola asuh orang tua itu sendiri, terutama jika cenderung terlalu protektif.
Psikolog anak, Dr. Rose Mini, M.Psi., menjelaskan bahwa anak yang memiliki sifat cengeng dan penakut bisa jadi merupakan cerminan dari cara orang tua dalam mendidik. “Anak yang cengeng dan penakut itu bisa jadi karena orang tuanya yang protektif,” ujarnya dalam sebuah webinar pada Minggu (19/5).
Lingkungan yang terlalu membatasi pergerakan anak dan sering melarang segala sesuatu dapat menimbulkan rasa takut dan ketidakpercayaan diri. Ketika anak dihadapkan pada situasi baru atau tantangan yang belum pernah ia alami sebelumnya, ia akan merasa tidak siap dan cenderung bereaksi dengan menangis atau menarik diri karena kurangnya pengalaman dan keberanian.
Lebih lanjut, Dr. Rose Mini menekankan pentingnya memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar menghadapi berbagai situasi. “Anak itu harus banyak belajar,” tuturnya. Memberikan kesempatan anak untuk mencoba hal baru, bahkan yang berpotensi menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman atau takut, justru akan membantunya membangun ketahanan mental dan kemandirian.
Orang tua yang selalu berusaha melindungi anak dari setiap potensi kesulitan atau rasa sakit, secara tidak langsung mengajarkan anak bahwa dunia luar itu berbahaya dan ia tidak mampu menghadapinya sendiri. Akibatnya, anak menjadi bergantung pada orang tua dan kesulitan beradaptasi ketika tidak ada perlindungan tersebut.
Oleh karena itu, pendekatan pengasuhan yang seimbang menjadi kunci. Memberikan kasih sayang dan perlindungan memang penting, namun tidak boleh sampai menghambat proses belajar dan perkembangan emosional anak. Memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi, membuat kesalahan, dan belajar dari pengalaman adalah investasi berharga untuk membentuk anak yang lebih berani, mandiri, dan mampu mengatasi tantangannya di masa depan.
