Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
DUNIA

Sara Netanyahu Dihadapkan Tuntutan Hukum Akibat Dugaan Perlakuan Kasar terhadap Staf Rumah Tangga

Oleh Heni Maulidya August 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kini menghadapi tuntutan hukum terkait dugaan perlakuan kasar dan penghinaan terhadap staf rumah tangga. Kasus ini mencuat menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan pada bulan Oktober mendatang.

Tuduhan tersebut mencakup berbagai insiden di mana Sara Netanyahu diduga melakukan kekerasan verbal dan non-verbal terhadap staf yang bekerja di kediaman resmi Perdana Menteri. Laporan-laporan sebelumnya telah menyoroti beberapa kasus serupa yang melibatkan Sara Netanyahu, namun tuntutan hukum ini menandai eskalasi baru dalam proses hukum yang dihadapinya.

Salah satu tuntutan yang diajukan oleh mantan staf rumah tangga menyoroti klaim bahwa Sara Netanyahu secara konsisten menunjukkan perilaku yang kasar dan merendahkan. Staf tersebut mendeskripsikan adanya teriakan, hinaan, dan bahkan ancaman yang dilayangkan oleh istri Perdana Menteri. Pengacara yang mewakili para penggugat menyatakan bahwa klien mereka telah mengalami tekanan psikologis yang signifikan akibat perlakuan tersebut.

Tuntutan hukum ini diajukan di Pengadilan Buruh di Yerusalem. Detail spesifik mengenai jumlah penggugat dan nilai ganti rugi yang dituntut belum sepenuhnya diungkapkan ke publik. Namun, pengacara penggugat mengindikasikan bahwa tuntutan tersebut didasarkan pada pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan dan hak-hak pekerja.

Kasus ini bukan kali pertama Sara Netanyahu menghadapi tuduhan serupa. Pada tahun 2018, ia pernah didenda sebesar 40.000 shekel (sekitar Rp160 juta) sebagai bagian dari penyelesaian kasus atas penyalahgunaan dana publik untuk pesanan makanan pribadi. Namun, tuduhan kekerasan terhadap staf rumah tangga memiliki implikasi yang berbeda dan berpotensi lebih serius.

Menanggapi tuntutan ini, juru bicara keluarga Netanyahu membantah keras tuduhan tersebut. Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara tersebut menyebutkan bahwa klaim yang diajukan adalah tidak berdasar dan merupakan upaya untuk memeras keluarga. Pihak keluarga menegaskan akan melawan tuntutan ini di pengadilan.

Pemilu Israel yang akan datang menjadi latar belakang sensitif bagi kasus ini. Pihak oposisi berupaya memanfaatkan isu ini untuk menyerang citra Benjamin Netanyahu dan partainya, Likud. Namun, tim kampanye Netanyahu berupaya untuk meminimalkan dampak negatif kasus ini dengan fokus pada isu-isu politik yang lebih luas.

Proses hukum yang dihadapi Sara Netanyahu ini diperkirakan akan memakan waktu dan menarik perhatian publik Israel serta media internasional, terutama mengingat posisinya sebagai istri pemimpin negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp