Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
OLAHRAGA

Sepak Bola AS Turun Gunung, Tantang Gianni Infantino di Tengah Pusaran UEFA

Oleh Emanuel August 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) mengambil sikap tegas dengan menyatakan penolakan terhadap potensi perubahan format Piala Dunia Antarklub. Langkah ini menempatkan USSF di pihak yang berlawanan dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan mengikuti jejak langkah federasi-federasi Eropa yang tergabung dalam UEFA.

Keputusan USSF ini sontak menambah tekanan bagi Infantino, yang berupaya keras mendorong format baru turnamen tersebut. Sebagaimana diketahui, UEFA telah lebih dulu menyuarakan keberatannya melalui surat resmi yang dikirimkan pada 12 April 2024 lalu. Surat tersebut secara gamblang menolak proposal FIFA mengenai Piala Dunia Antarklub yang rencananya akan digelar setiap dua tahun sekali mulai Juni 2025.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Presiden UEFA, Aleksander Čeferin, dan Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis, federasi Eropa itu menyatakan kekhawatiran mereka terhadap dampak format baru tersebut. Mereka berargumen bahwa perubahan ini berpotensi mengganggu kalender kompetisi internasional yang sudah ada, serta menimbulkan masalah terkait komersialisasi berlebihan yang dapat menguntungkan segelintir klub besar saja.

Kini, dengan bergabungnya USSF dalam barisan penentang, posisi Infantino semakin terjepit. Meskipun AS bukan anggota UEFA, federasi sepak bola Amerika Serikat memiliki pengaruh yang signifikan dalam percaturan sepak bola global, terutama dengan peran mereka sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko. Dukungan dari USSF memberikan bobot lebih pada protes yang dilayangkan terhadap proposal FIFA.

Informasi mengenai penolakan USSF ini terungkap melalui sebuah memo internal yang bocor dan kemudian dikonfirmasi oleh The Athletic. Memo tersebut menyebutkan bahwa USSF memiliki kekhawatiran serupa dengan UEFA, terutama terkait potensi bentrokan jadwal dengan kompetisi domestik dan internasional lainnya. Selain itu, masalah komersialisasi yang berlebihan juga menjadi sorotan utama.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya telah mengumumkan rencana ekspansi Piala Dunia Antarklub menjadi format 32 tim, yang dijadwalkan bergulir mulai Juni 2025. Turnamen ini digadang-gadang akan menjadi ajang prestisius yang melibatkan klub-klub terbaik dari seluruh dunia, dengan harapan dapat meningkatkan daya tarik komersial dan persaingan. Namun, penolakan dari federasi-federasi besar seperti UEFA dan kini USSF, menunjukkan bahwa jalan Infantino untuk mewujudkan visinya tersebut tidak akan mudah.

Perbedaan pandangan ini mengindikasikan adanya tarik-menarik kepentingan yang kuat antara FIFA dan federasi-federasi sepak bola regional. Sementara FIFA berupaya membesarkan turnamen antarklub global, federasi regional seperti UEFA lebih memprioritaskan stabilitas kalender kompetisi dan keseimbangan kompetisi di wilayah mereka. Sikap tegas USSF ini menjadi sinyal bahwa tantangan terhadap kepemimpinan Infantino di FIFA semakin nyata.

Bagikan: Facebook X WhatsApp