Sejarah Baru di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Pecahkan Rekor Timnas, Oyarzabal Samai Legenda

Danu Ilham

Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola Spanyol di ajang Piala Dunia 2026. Keduanya mencetak rekor individu yang membanggakan saat membawa timnas Spanyol meraih kemenangan telak 3-0 atas Arab Saudi dalam laga fase grup yang digelar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026). Kemenangan ini tidak hanya memperkokoh posisi Spanyol di ambang babak gugur, tetapi juga menjadi momen penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim setelah penampilan yang kurang meyakinkan di pertandingan sebelumnya melawan Tanjung Verde.

Lamine Yamal, penyerang muda yang bersinar, mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda kedelapan dalam sejarah Piala Dunia. Golnya ke gawang Arab Saudi pada menit ke-10 memecahkan rekor internal timnas Spanyol yang sebelumnya dipegang oleh Gavi. Gavi mencetak gol pertamanya di Piala Dunia Qatar 2022 pada usia 18 tahun, namun Yamal berhasil melampaui catatan tersebut dengan gol di usia yang lebih muda. Prestasi ini menyamai torehan legenda sepak bola dunia, Pelé, yang juga mencetak gol pertamanya di Piala Dunia pada usia 18 tahun 138 hari saat membela Brasil di Piala Dunia Swedia 1958.

Sementara itu, Mikel Oyarzabal, penyerang senior yang menjadi andalan tim, menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol beruntun pada menit ke-21 dan ke-23. Kedua gol tersebut tercipta berkat assist matang dari Dani Olmo. Dengan tambahan dua gol ini, Oyarzabal kini mengoleksi total 27 gol dari 55 penampilannya bersama tim nasional Spanyol. Torehan ini menempatkannya di peringkat kedelapan pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Spanyol, melampaui rekor legenda Emilio Butragueño yang mengemas 26 gol, dan menyamai rekor Fernando Morientes.

Ketajaman Oyarzabal di bawah asuhan pelatih Luis de la Fuente semakin terbukti. Sejak Maret 2025, ia telah mencetak 20 gol secara keseluruhan untuk timnas, dengan rincian 15 gol dan tujuh assist dalam 14 pertandingan terakhirnya. Dwigol Oyarzabal ini juga menandai berakhirnya penantian panjang bagi para pemain Real Sociedad. Terakhir kali pemain dari klub tersebut mencetak gol di putaran final Piala Dunia adalah Adnan Januzaj bersama Belgia di Piala Dunia Rusia 2018, delapan tahun sebelumnya.

Pertandingan melawan Arab Saudi menjadi bukti kebangkitan skuad La Roja di Piala Dunia 2026. Setelah melalui fase grup yang penuh tantangan, kemenangan meyakinkan ini memberikan suntikan moral yang besar. Gol-gol dari Yamal dan Oyarzabal bukan hanya sekadar angka, tetapi juga representasi dari kombinasi bakat muda yang menjanjikan dan pengalaman pemain senior yang matang, sebuah formula yang diharapkan dapat membawa Spanyol melangkah lebih jauh di turnamen akbar ini.

Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 masih panjang, dan rekor yang diukir oleh Lamine Yamal serta Mikel Oyarzabal menjadi motivasi tambahan bagi tim. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membanggakan sejarah sepak bola Spanyol. Dengan performa seperti ini, optimisme para penggemar La Roja semakin membuncah, menantikan sejauh mana duo penyerang ini dan seluruh tim dapat melaju di kancah sepak bola dunia. Rekor-rekor ini akan menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi Piala Dunia 2026, menginspirasi generasi mendatang untuk terus berjuang dan mengukir prestasi.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All