Monday, 10 August 2026
BREAKING
BERITA

Netanyahu Tolak Rencana AS untuk Gaza, Tegaskan Penarikan Pasukan Setelah Hamas Dilucuti

Oleh Emanuel August 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas menolak proposal Amerika Serikat terkait rencana perdamaian untuk Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut baru akan terlaksana setelah kelompok Hamas berhasil dilucuti sepenuhnya.

Pernyataan Netanyahu ini mengindikasikan adanya ketegangan dan perbedaan pandangan yang signifikan antara Israel dan Amerika Serikat mengenai strategi pasca-konflik di Gaza. Rencana yang diajukan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump tersebut tampaknya tidak sejalan dengan prioritas keamanan yang ditekankan oleh pemimpin Israel.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, 26 Februari 2019, Netanyahu mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap rencana tersebut. Ia menyatakan, “Saya tidak akan mengizinkan Gaza menjadi basis teroris yang mengancam Israel.” Penegasan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam Israel terhadap potensi Hamas untuk bangkit kembali jika pasukan Israel menarik diri tanpa terlebih dahulu memastikan pelucutan senjata kelompok tersebut.

Netanyahu menekankan bahwa prioritas utama Israel adalah memastikan keamanan jangka panjang. Ia menambahkan, “Kami akan terus beroperasi di Gaza sampai tujuan kami tercapai, yaitu melucuti senjata Hamas dan memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi negara Israel.” Pernyataan ini secara implisit menolak gagasan penarikan pasukan sebelum tercapainya tujuan strategis tersebut.

Perbedaan pandangan ini muncul di tengah upaya internasional yang terus dilakukan untuk mencari solusi damai bagi konflik Israel-Palestina. Rencana perdamaian Trump, yang sering disebut sebagai “Kesepakatan Abad Ini”, telah menjadi subjek berbagai spekulasi dan perdebatan, namun detail lengkapnya masih belum diungkapkan secara resmi kepada publik. Penolakan Netanyahu ini menjadi sinyal kuat bahwa implementasi rencana tersebut akan menghadapi tantangan besar, terutama dari pihak Israel sendiri.

Pihak Amerika Serikat sendiri belum memberikan komentar resmi terkait penolakan Netanyahu ini. Namun, dinamika yang terjadi menunjukkan bahwa jalan menuju penyelesaian konflik di Gaza masih panjang dan penuh dengan negosiasi alot, terutama ketika kepentingan keamanan masing-masing pihak memiliki prioritas yang berbeda.

Bagikan: Facebook X WhatsApp