Kepindahan ke Barcelona Jadi Kunci Joan Garcia Rebut Tiket Piala Dunia 2026

Danu Ilham

Keputusan monumental untuk bergabung dengan raksasa Catalan, FC Barcelona, terbukti menjadi langkah krusial bagi kiper Joan Garcia dalam mewujudkan mimpinya tampil di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 25 tahun ini mengakui bahwa level kompetisi dan tuntutan yang lebih tinggi di Camp Nou menjadi faktor penentu yang membawanya masuk dalam skuad tim nasional Spanyol.

Garcia merapat ke Barcelona sebelum musim 2025-2026 bergulir, meninggalkan rival sekota, Espanyol. Keputusan ini disambut dengan performa impresif di musim debutnya. Di bawah komando pelatih Hansi Flick, Garcia menjelma menjadi tembok pertahanan tangguh bagi Blaugrana. Ia berhasil mencatatkan 15 pertandingan tanpa kebobolan di La Liga, kontribusi vital yang mengantarkan Barcelona mengunci gelar juara liga tiga pekan sebelum kompetisi berakhir.

Secara total, Garcia membukukan 18 clean sheet di seluruh kompetisi yang diikuti Barcelona. Prestasinya tidak hanya berhenti di liga domestik; ia juga turut berperan dalam kemenangan Supercopa de Espana. Meskipun demikian, perjalanan Barcelona di Liga Champions harus terhenti di babak perempat final, dan di Copa del Rey terhenti di semifinal.

Pengalaman berhadapan dengan klub-klub elite Eropa seperti Atletico Madrid, Chelsea, dan Paris Saint-Germain menjadi arena penggemblengan yang tak ternilai bagi Garcia. "Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika saya membuat keputusan yang berbeda. Tapi saya yakin ini (bergabung dengan Barcelona) telah membantu. Ada lebih banyak pertandingan, dan tingkat tuntutan jauh lebih tinggi," ujar Joan Garcia, kiper Barcelona, dalam wawancara dengan Catalunya Radio.

Menurut Garcia, atmosfer di klub sebesar Barcelona memberikan simulasi yang mendekati kondisi sebenarnya di turnamen internasional. Pelatih tim nasional akan lebih mudah menilai kesiapan pemain ketika mereka terbiasa bermain di bawah tekanan tinggi dan ekspektasi besar. "Pelatih tim nasional ingin melihat pemain tampil di lingkungan yang semirip mungkin dengan Piala Dunia atau Kejuaraan Eropa. Bermain untuk klub dengan ekspektasi dan tuntutan setinggi ini pasti dapat membantu pelatih membuat keputusan," jelas Garcia.

Mengenai performa individunya yang menonjol di awal musim, Garcia enggan terlalu menyoroti pencapaian pribadi. Ia menilai hal tersebut lebih sebagai bagian dari dinamika kompetisi yang wajar. Baginya, konsistensi tim jauh lebih penting daripada performa individu yang bersifat sementara.

"Tidak, saya pikir itu hanya bagian dari fase yang berbeda dalam sebuah musim. Mungkin di awal musim saya memiliki beberapa penampilan yang tidak serta merta lebih baik, tetapi mungkin lebih mencolok, dengan lebih banyak penyelamatan selama pertandingan," tutur Garcia. Ia menekankan bahwa kekuatan utama Barcelona musim ini terletak pada kemampuan para pemain untuk saling mengisi ketika ada rekan setim yang performanya menurun.

"Yang terpenting adalah konsistensi. Sangat sulit bagi seorang pemain untuk mempertahankan level yang sama sepanjang satu musim penuh," jelas Garcia. Stabilitas performa kolektif tim menjadi kunci utama dalam mengarungi jadwal padat kompetisi. "Yang penting adalah konsistensi tim. Ketika satu pemain tidak dalam kondisi terbaiknya, pemain lain akan tampil. Saya pikir itu adalah kekuatan terbesar musim ini," imbuh Garcia.

Beralih ke agenda internasional, Garcia juga memberikan tanggapan mengenai kondisi rekan setimnya di timnas, Lamine Yamal, pasca hasil imbang Spanyol melawan Tanjung Verde. Ia memastikan bahwa kondisi Yamal baik-baik saja, meskipun ia mengakui bahwa kekecewaan akibat hasil yang tidak sesuai harapan sempat dirasakan.

"Tidak, dia baik-baik saja. Jelas, semua orang ingin menang. Ketika Anda mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan keinginan atau harapan Anda, suasana hati Anda tidak akan maksimal," ungkap Garcia. Namun, ia menambahkan bahwa momen tersebut hanya berlangsung singkat. "Tapi itu hanya berlangsung sehari. Keesokan harinya semua orang masih sedikit memprosesnya, tetapi sekarang kami sepenuhnya fokus pada pertandingan hari Minggu," kata Garcia.

Terkait isu kepindahan Marc Cucurella ke Real Madrid, Garcia memilih untuk menghormati keputusan profesional rekannya tersebut. Ia berpandangan bahwa setiap individu berhak mencari yang terbaik bagi karier dan keluarganya. "Tidak. Saya pikir setiap orang mencari apa yang terbaik untuk masa depan mereka, karier mereka, dan keluarga mereka. Setiap orang bebas membuat keputusan yang mereka yakini terbaik untuk diri mereka sendiri, dan saya senang ketika orang dapat terus berkembang dalam karier mereka," ujar Garcia.

Menyinggung soal peningkatannya sejak meninggalkan Espanyol, Garcia mengakui bahwa menit bermain yang tinggi dalam pertandingan krusial menjadi sarana utama kemajuannya. "Saya pikir saya telah sedikit meningkat dalam setiap aspek. Mengumpulkan menit bermain dan memainkan pertandingan bertekanan tinggi membantu Anda meningkat secara keseluruhan," ucap Garcia.

Situasi baru di lapangan juga memaksanya untuk beradaptasi dan memberikan kontribusi yang sebelumnya belum pernah ia lakukan. "Saya harus menyumbangkan hal-hal kepada tim yang mungkin belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya ditempatkan dalam situasi di lapangan yang tidak biasa bagi saya, dan saya pikir saya meresponsnya dengan baik," lanjut Garcia.

Secara spesifik, ia merasakan adanya kemajuan yang signifikan dalam hal pengambilan keputusan dan distribusi bola. "Pengalaman mengumpulkan menit bermain dan memainkan pertandingan bertekanan tinggi membuat Anda meningkat dalam segala hal," kata Garcia. Meskipun demikian, ia sadar bahwa kesalahan masih bisa terjadi, namun ia tetap mensyukuri proses perkembangan tersebut. "Mereka menempatkan saya dalam situasi yang mungkin tidak biasa bagi saya di lapangan, dan saya pikir saya meresponsnya dengan baik," ujar Garcia.

Ia menegaskan kembali dampak kepindahannya ke Barcelona dalam membuka peluang menuju panggung internasional. "Saya telah meningkatkan pengambilan keputusan dan distribusi bola saya. Jelas, saya masih akan membuat kesalahan, tetapi saya sangat senang dengan peningkatan ini," tutur Garcia.

Bagi Garcia, bermain di bawah tekanan tinggi merupakan faktor pembeda yang mendewasakan penampilannya. "Bergabung dengan Barca telah membantu saya mencapai Piala Dunia [2026], meskipun Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi sebaliknya," ungkap Garcia.

Menutup pernyataannya mengenai kesuksesan meraih dua trofi domestik, ia memilih untuk tetap membumi dan fokus pada kerja keras harian. "Saya bukan orang yang menghabiskan terlalu banyak waktu membayangkan sesuatu. Saya lebih suka fokus pada hari ke hari," kata Garcia. Meski puas dengan pencapaian musim ini, ia menuntut dirinya sendiri untuk tampil lebih baik lagi pada musim depan. "Tetapi sekarang setelah musim hampir berakhir, saya dapat mengatakan bahwa ini adalah musim yang sangat positif. Saya sangat bangga dengan apa yang telah saya capai, tetapi pada saat yang sama, saya menuntut diri saya sendiri dan sudah bekerja untuk membuat musim depan lebih baik lagi," pungkas Garcia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All